RadarSitubondo.id - Membersihkan gigi suatu hal yang rutin dilakukan oleh setiap orang. Biasanya mereka akan menggunakan pasta gigi sebagai pembersih.
Selain dengan odol dan sikat gigi, menyikat gigi juga bisa dengan siwak bahkan disunnahkan bersiwak.
Bersiwak bisa dengan menggunakan kayu yang telah dicuci yang kemudian digosokkan ke dalam mulut dan setelahnya dicuci kembali.
Namun kayu yang digunakan untuk bersiwak adalah ranting dari kayu Salvadora perisca yang banyak tumbuh di wilayah timur tengah.
Kayu yang digunakan untuk bersiwak bukan sembarangan kayu karena kayu tersebut mengandung sodium bikarbonat yang merupakan komposisi dari pasta gigi yang berperan menetralkan asam dari sisa makanan sehingga pH Saliva dalam mulut menjadi normal.
Istimewanya siwak karena mengandung beberapa bahan yang dapat ditemukan pada pasta gigi.
Bahan alami tersebut mengandung klorida, sulfur, sodium dan vitamin C yang dapat menjaga kesehatan gusi agar tidak mudah berdarah dan mineral lainnya.
Selain membersihkan gigi, bersiwak juga diniatkan untuk kesunnahan. Sedangkan untuk waktu bersiwak yang dianjurkan ialah saat hendak beribadah, baik sebelum atau setelah melaksanakan sholat.
Bubuk kayu siwak dalam penelitian juga terbukti mampu menjangkau sela sela gigi dengan sempurna dan mengeluarkan sisa sisa makanan yang masih melekat di sela sela gigi.
Tidak hanya itu, bersikat gigi dengan siwak juga disebut sangat praktis karena tidak perlu menggunakan pasta gigi dan juga berkumur. (*)
Editor : Ali Sodiqin