Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Direktur RSAR Situbondo Mendadak Mengundurkan Diri, Ada Konflik Internal?

Iwan Feriyanto • Selasa, 3 Desember 2024 | 15:44 WIB
DENGAR PENDAPAT: Komisi IV DPRD Situbondo hearing bersama jajaran rumah sakit RSAR di ruang rapat gabungan, kantor DPRD Situbondo, Senin (2/12).
DENGAR PENDAPAT: Komisi IV DPRD Situbondo hearing bersama jajaran rumah sakit RSAR di ruang rapat gabungan, kantor DPRD Situbondo, Senin (2/12).

RadarSitubondo.id – Direktur Rumah Sakit dr. Abdoer Rahem Situbondo (RSAR), dr. Roekmy Prabarini Ario membuat pernyataan mengejutkan saat rapat bersama anggota DPRD, Senin (2/12). 

Dia berencana mengundurkan diri sebagai orang nomor satu di rumah sakit plat merah tersebut.

Alasannya, untuk memenuhi permintaan tenaga kesehatan rumah sakit yang tidak ingin dia menjabat lagi sebagai direktur.

dr. Roekmy mengaku langkahnya mengundurkan diri sudah dipertimbangkan secara matang. Sehingga, keputusannya menghentikan kariernya di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut merupakan yang terbaik.

“Ya, sudah mengudurkan diri. Surat pengunduruan diri sudah dibuat dan akan segera diajukan kepada pimpinan saya,” ujarnya, Senin (2/12).

Dikatakan, ada beberapa alasan kuat sehingga dia memilih mengundurkan diri. Salah satunya internal rumah sakit sudah tidak kondusif.

Selama ini mereka mempersoalkan terkait perolehan jasa pelayanan medis rumah sakit.

“Kalau pembayaran jasa medis itu sebetulnya ada mekanismenya sendiri. Cuma karena saat ini sudah persoalannya menjadi besar, sehingga tidak bisa lagi untuk memberikan keterangan yang jelas. Maka lebih baik saya mundur saja sesuai permintaan mereka,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Situbondo, Faisol mengatakan, DPRD tidak tinggal diam mengetahui persoalan yang menimpa RSAR.

Dirinya langsung mengundang para jajaran rumah sakit ke kantor DPRD. Pertemuan tersebut membahas tentang kasus internal rumah sakit yang banyak di perbincangkan masyarakat.

“Saya baru tahu terkait kasus RSAR. Makanya saya undang jajaran manajemen dan beberapa tenaga kesehatan lain untuk rapat bersama di DPRD. Bahwa kami ingin mengetahui secara jelas dan pasti persoalan yang terjadi,” jelasnya.

Baca Juga: Pulang Tanpa Persetujuan Dokter, RSAR Situbondo Wajibkan Pasien Bayar dengan Biaya Pribadi

Faisol menyampaikan, bahwa adanya pertemuan rapat tersebut untuk mencari titik persoalan utama yang memicu rumah sakit tidak kondusif.

Sehingga kasus itu tidak terus terjadi secara terus menerus agar tidak mengganggu pelayanan di rumah sakit.

“Banyak hal yang sudah kita bahas. Terutama terkait pengunduran diri Direktur RSAR. Itu kami bahas tadi. Setelah banyak berdiskusi, kami meminta Bu Direktur agar tidak berhenti saat ini. DPRD ingin memberikan kesempatan untuk direktur bisa bekerja maksimal lagi,” jelasnya.

Dikatakan, kesempatan untuk kembali memimpin RSAR harus dimaksimalkan. Kasus yang terjadi saat ini juga harus segera diselesaikan.

Mengenai tuntutan dari tenaga kesehatan juga menjadi saran yang positif agar terus memperbaiki kinerja. (wan/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #mengundurkan diri #DPRD Situbondo #rsar #RS Abdoer Rahem #direktur rumah sakit