RadarSitubondo.id – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), dr. Sandy Hendrayono mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab mundurnya dr. Roekmy Prabarini Ario sebagai direktur Rumah Sakit Umum dr. Abdoer Rahem (RSAR) Situbondo.
Apalagi, selama ini tidak pernah ada laporan. Sehingga, Dinkes belum mempersiapkan langkah untuk menindaklanjuti persoalan yang terjadi di rumah sakit plat merah tersebut.
Pria yang akrab disapa dr. Sandy itu mengatakan, memang sempat ada rumor penyebab mundurnya Direktur RSAR karena problem di internal rumah sakit terkait jasa medis yang dinilai tidak transparansi.
Kata dia, secara normatif, sebelum kasus tersebut beredar luas, seharusnya RSAR melaporkan terlebih dahulu kepada Dinkes. Sehingga, pihaknya bisa berupaya mengkondusifkan RSAR.
“Seperti masalah transparansi jasa medis yang menjadi tuntutan komite, itu memang harus difasilitasi direktur. Tetapi kalau sampai karena tidak ada failitasi itu kemudian meminta direktur untuk mundur, itu yang kurang tepat,” ujarnya, Selasa (3/12).
dr. Sandy menyampaikan, persoalan transparansi itu bukan serta merta menjadi kesalahan seorang direktur. Ada banyak pihak yang terlibat dalam masalah tersebut. Sehingga, tidak logis ketika kasus tersebut kemudian hanya dilimpahkan menjadi kesalahan direktur.
“Karena di rumah sakit selain ada direktur, ada TU, ada kabid ada kasi, itu tugas-tugasnya harus dievaluasi semua, bukan hanya direktur yang dijadikan tujuan,” jelasnya.
Mantan Direktur RSUD Besuki tersebut menduga tuntutan Direktur RSAR harus mundur sengaja dimunculkan bukan murni untuk mengevaluasi kinerja direktur.
Tapi, ada upaya pelengseran jabatan. Ketika dr. Roekmy sudah tidak lagi menjabat, maka nanti akan ada pihak lain yang disiapkan untuk menggantikan posisi tersebut.
“Jangan-jangan nanti ada yang ingin mengganti posisi Bu direktur. Mestinya semua pihak terkait dievaluasi. Sayangnya, selama ini bu Direktur juga tidak pernah melapor ada masalah di internal rumah sakit,” ucapnya.
Selain itu, dr. Sandy mengaku tidak setuju ketika dr. Roekmy mengundurkan diri. Seharusnya dia menunggu tahun anggaran 2024 selesai. Sebab, ada pertanggungjawaban direktur terkait pengelolaan anggaran di rumah sakit.
“Saya berharap untuk mundur itu menunggu selesai tahun anggaran, agar tidak mengganggu pertanggungjawaban laporan keuangan, jadi yang melaksanakan pertanggungjawaban dokter Roekmy,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, direktur RSAR dr. Roekmy Prabarini Ario membuat pernyataan mengejutkan saat rapat bersama anggota DPRD Situbondo, Senin (2/11) lalu.
Dia berencana mengundurkan diri sebagai orang nomor satu di rumah sakit plat merah tersebut. Alasannya, untuk memenuhi permintaan tenaga kesehatan rumah sakit yang tidak ingin dia menjabat lagi sebagai direktur. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin