Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

RSAR Situbondo Luncurkan Sederet Inovasi, Pelayanan Kesehatan Makin Nyaman

Moh Humaidi Hidayatullah • Senin, 26 Mei 2025 | 03:23 WIB
PELAYANAN : Sejumlah petugas RSUD dr. Abdoer Rahem (RSAR) Situbondo  lagi sibuk melayani pendaftaran pasien.
PELAYANAN : Sejumlah petugas RSUD dr. Abdoer Rahem (RSAR) Situbondo lagi sibuk melayani pendaftaran pasien.

 RadarSitubondo.id - Rumah Sakit Umum Daerah dr. Abdoer Rahem (RSAR) Situbondo berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Rumah sakit plat merah tersebut berhasil melahirkan berbagai program unggulan seperti, Gema Cantik, Aromat Taretan (Antar Obat Tanpa Repot Antrian).

Kemudian, Terapi Oksigen Hipebarik (TOHB), ESWL (Terapi pemecah batu tanpa operasi untuk batu kurang dari 2 cm), Spirometri (Tes kemampuan Paru), Audiometri (Tes Pendengaran), dan EEG (Rekam Otak) serta CT Scan (KSO).

Direktur RSAR Situbondo, dr. Roekmy Prabarini Ario menerangkan, inovasi Gerak Bersama Cegah Resiko Tinggi Kehamilan (Gema Cantik) adalah sebuah inovasi layanan senam ibu hamil yang dilakukan rumah sakit dr. Abdoer Rahem (RSAR) Situbondo.

Layanan tersebut dapat meminimalisir kematian ibu dan anak, serta dapat mencegah terjadinya kasus stunting. "Adanya pelayanan tersebut dapat memberikan edukasi kepada masyarakat" jelas dr. Roekmy kepada koran ini, Kamis lalu (22/5).

Selain itu, ada beberapa layanan unggulan yang juga diluncurkan yaitu, layanan Terapi Oksigen Hiperbarik (TOHB) yang merupakan terapi menghirup oksigen murni seratus persen di dalam ruang bertekanan tinggi 2,4 ATA.

Layanan ini merupakan terapi yang wajib dimiliki oleh Situbondo, mengingat Situbondo merupakan Kota Selam dan Kota militer.

Jadi, fasilitas tersebut merupakan pengamanan pada kegiatan selam dan latihan militer tingkat internasional.

"Pengobatan decompresi (komplikasi karena selam), bisa juga untuk terapi berbagai penyakit seperti kencing manis, stroke, keluhan sendi, pasca operasi dll, juga bisa menambah kebugaran dan menolak tua (anti aging)," bebernya.

Tak hanya itu, program unggulan lainnya yakni 'Aromat taretan'. Layanan ini adalah upaya untuk mengurai antrian layanan depo/apotik rawat jalan dengan menawarkan obat diantar oleh ojol Bangjo sampai ke rumah pasien.

Namun, biaya jasa antar obat tersebut ditanggung oleh pasien sesuai ketentuan. "Layanan ini untuk membantu pasien agar tidak lama antri menunggu obat," ujar dr. Roekmy.

Sedangkan program ‘Berantas’ (berobat tanpa batas) dan 'Berantas Plus' yang digagas Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, lanjut dia, juga menjadi prioritas RSAR untuk memberikan akses kesehatan yang mudah dan gratis untuk masyarakat, khususnya masyarakat kurang mampu.

Ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Mas Bupati Rio kepada masyarakat Situbondo hari ini.

“Kami terus berusaha meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Situbondo dan sekitarnya.

Terobosan-terobosan juga dilakukan untuk mengoptimalkan pelayanan yang berkualitas,” katanya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI saat ini sudah menetapkan RSAR sebagai salah satu rumah sakit yang menjadi rujukan program prioritas KJSU-KIA (Level Madya).

Dengan begitu, Kemenkes akan memberikan hibah berupa alat kedokteran (Dana SIHREN), antara lain, IHK, CT-Scan, Mammografi, Cathlab dan berbagai alat kedokteran lainnya pada tahun 2025-2027.

Untuk mendapatkan peralatan tersebut, RSAR harus menyediakan sarana prasaran peralalatan, peningkatan daya listrik, dan bangunan standar untuk peralatan, serta SDM yang dipersyaratkan.

"Saat ini kami sedang mempersiapkan KRIS (Kelas Rawat Inap Standar) sejumlah 135 TT (60 %) yang menjadi persyaratan pelayanan BPJS. Kita harus melengkapi 12 elemen antara lain, suhu, kelembaban, penerangan, oksigen central, nurse call, hand rail, gorden dan lainnya," ungkapnya.

Disisi lain, dalam waktu dekat, pihaknya juga akan menjajaki dan melakukan kerjasama operasional (KSO) dengan pihak-pihak luar terkait peralatan medis.

Kerjasama ini dilakukan, selain untuk menunjang kualitas pelayanan yang ada di RS dr. Abdoer Rahem, juga meminimalisir biaya pembelian peralatan medis yang relatif cukup mahal. Sehingga, perlu melakukan kerjasama dengan pihak-pihak lain.

"Kerjasama ini nanti bagi hasil. Kalau seperti itu lebih ringan dalam hal biaya pengadaan alat dan pemeliharaannya, meski hasilnya sedikit dibanding jika milik RS sendiri,” pungkasnya. 

Diiketahui, bahwa RSAR mendapat bantuan dana yang bersumber dari DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Rokok dan Hasil Tembakau), yang nantinya akan diperuntuhkan untuk pembelian alkes jantung, alkes urologi dan alkes ortopedi.

Alkes tersebut akan dibeli di tahun ini dari anggaran DBHCHT. (john/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo hari ini #pelayanan kesehatan #inovasi #rsar