RADARSITUBONDO.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Situbondo, mencatat ada 51 anak dilaporkan diduga terserang penyakit campak. Tujuh orang diantaranya positif klinis dan 44 lainnya masih menunggu hasil laboratorium. Data itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Situbondo Dwi Herman Susilo, Kamis (2/4).
Kepala Dinas Kesehatan Situbondo, Dwi Herman Susilo mengatakan bahwa penyakit campak cukup berbahaya jika tidak segera tertangani. Bahkan bisa menyebabkan kebutaan. Apalagi terhadap anak usia dini.
"Dari Januari sampai sekarang ada 51 yang sudah dilaporkan dan dicatat oleh kami, tujuh orang sudah campak klinis dan 44 orang masih nunggu hasil. Karena itu harus di lab dulu,” Tutur pria yang akrab dipanggil Dwi itu.
Untuk menekan penyebaran campak terhadap anak, Dinkes telah melakukan langkah-langkah. Diantaranya memperbanyak imbauan terhadap warga dan menggalakkan program imunisasi serentak.
“Kami sudah meminta kader posyandu untuk aktif memberikan imunisasi, kedua memastikan lingkungan sekitar bebas dari gejala penyakit dan terakhir kami juga memberikan edukasi hidup sehat dengan cara sosialisasi tatap muka maupun digital pada masyarakat," paparnya.
Selain itu, Masruroh, warga Desa Selowogo, Kecamatan Bungatan, mengaku sangat mengkhawatirkan kasus campak yang bisa menular dengan cepat. Sebab sering melihat tayangan korban campak dari media sosial.
"Saya lihat di TikTok, Instagram banyak penyakit campak dan ternyata itu mudah menular lebih-lebih pada anak kecil, anak saya baru berusia dua bulan, jadi saya hawatir. Tapi saya bakal ikuti semua saran saran bidan saat periksa anak," tutup Masruroh. (hum/pri)
Editor : Edy SupriyonoSumber : Radar Situbondo