RADARSITUBONDO - Stroke selama ini identik dengan penyakit usia lanjut. Namun dalam beberapa tahun terakhir, kasus stroke pada usia muda justru meningkat. Fenomena ini mendorong para peneliti untuk mencari faktor risiko baru, termasuk hal yang jarang disadari yakni golongan darah.
Penelitian Global: Golongan Darah dan Stroke Dini
Salah satu penelitian besar yang dipublikasikan dalam jurnal neurologi melalui jurnal Neurology mengungkap hubungan menarik antara golongan darah dan stroke usia muda.
Penelitian ini merupakan meta-analisis dari 48 studi genetik yang melibatkan sekitar 17.000 pasien stroke dan hampir 600.000 orang sehat sebagai pembanding.
Hasilnya cukup mengejutkan:
- Golongan darah A memiliki risiko sekitar 16% lebih tinggi mengalami stroke sebelum usia 60 tahun
- Golongan darah O justru memiliki risiko 12% lebih rendah
- Golongan darah B dan AB juga menunjukkan kecenderungan tertentu, meski tidak sekuat A
Penelitian ini secara khusus menyoroti stroke iskemik, yaitu jenis stroke akibat penyumbatan aliran darah ke otak yang mencakup hampir 90% kasus stroke secara global.
Kenapa Golongan Darah Bisa Berpengaruh?
Jawabannya ada pada mekanisme tubuh yang disebut koagulasi darah. Golongan darah tertentu memiliki perbedaan dalam:
- Faktor pembekuan darah
- Protein dalam plasma
- Respons pembuluh darah
Peneliti menduga bahwa individu dengan golongan darah A cenderung memiliki sistem pembekuan yang lebih “aktif”, sehingga lebih mudah membentuk gumpalan darah. Gumpalan inilah yang bisa menyumbat aliran darah ke otak dan menyebabkan stroke.
Meski demikian, tidak semua penelitian menunjukkan hasil yang identik. Dalam studi besar lain yang dikenal sebagai REGARDS Study (melibatkan lebih dari 30.000 peserta), ditemukan bahwa Golongan darah AB memiliki risiko stroke lebih tinggi dibanding O. Sementara A dan B tidak selalu menunjukkan peningkatan signifikan setelah dikontrol faktor lain.
Peneliti menegaskan bahwa golongan darah hanyalah faktor risiko kecil, bukan penentu utama. Risiko stroke jauh lebih besar dipengaruhi oleh:
- Hipertensi (tekanan darah tinggi)
- Diabetes
- Kolesterol tinggi
- Merokok
- Obesitas dan kurang aktivitas fisik
Bahkan dalam studi yang sama, peneliti menyebut pengaruh golongan darah masih tergolong “modest” atau relatif kecil dibanding faktor gaya hidup.
Editor : Agung Sedana