RADARSITUBONDO.ID –IHC Rumah Sakit Elizabeth Situbondo terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik. Masyarakat Kota Santri dan sekitarnya sudah membuktikan sendiri bagaimana pelayanan prima dengan semangat melayani sepenuh hati, yang diberikan rumah sakit swasta ini.
Pelayanan kepada pasien tidak hanya diberikan saat perawatan berlangsung, tetapi dimulai sejak awal. Mulai dari regulasi yang jelas hingga proses perawatan pasien. Setelah itu, evaluasi terus dilakukan untuk mengetahui kekurangan dan memperbaiki pelayanan agar tetap optimal dan memuaskan.
“Kami terus melakukan evaluasi dan monitoring. Itulah yang membuat pelayanan kami bisa prima, karena setiap tahapan dijaga, mulai dari regulasi hingga proses perawatan sampai pasien keluar,” kata Direktur IHC RS Elizabeth Situbondo, dr. M. Syamsul Arifin.
Menurut dia, meskipun pelayanan telah dijaga dengan baik, keluhan dari masyarakat tetap ada. Namun, hal tersebut dijadikan sebagai bahan evaluasi dan masukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
“Keluhan dari masyarakat pasti ada. Itu menjadi catatan bagi kami untuk mengetahui apa yang harus diperbaiki agar pelayanan semakin baik. Misalnya, ada program dari pusat seperti service excellence yang juga kami terapkan untuk meningkatkan nilai pelayanan rumah sakit,” tambah Direktur rumah sakit yang beralamat di Jalan WR Supratman, Kelurahan Patokan, Kecamatan Situbondo tersebut.
Dr. M. Syamsul Arifin menjelaskan, RS Elizabeth memiliki berbagai program unggulan. Salah satunya layanan hemodialisis. Rumah sakit ini menjadi rumah sakit swasta di Situbondo yang menyediakan layanan tersebut. Selain itu, RS Elizabeth juga memiliki program kesehatan kerja, seperti layanan klinik di lokasi perusahaan (on-site clinic) di wilayah Asembagus dan Prajekan.
Tidak berhenti di situ, Rumah Sakit milik PT Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Corporation (Pertamedika IHC) ini juga terus melakukan inovasi, seperti menyediakan layanan Medical Check Up (MCU) dengan bus armada lengkap.
Layanan ini memungkinkan pemeriksaan kesehatan dilakukan langsung di lokasi perusahaan. “Biasanya masyarakat harus datang ke rumah sakit untuk MCU, tetapi kami membawa layanan itu langsung ke tempat kerja. Jadi, karyawan cukup masuk ke dalam bus untuk melakukan pemeriksaan tanpa harus ke rumah sakit,” ungkapnya.
Lebih lanjut dr. M. Syamsul Arifin menyampaikan, bahwa RS Elizabeth juga mengedepankan profesionalisme tenaga medis serta didukung fasilitas yang memadai. Pelayanan tidak hanya berfokus pada penyembuhan, tetapi juga kenyamanan dan kepuasan pasien.
Setiap petugas dituntut bekerja selaras dalam satu visi, yaitu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Hal tersebut juga diperkuat dengan pembinaan rutin kepada karyawan.“Kami menekankan kepada karyawan untuk menjaga akhlak, melalui apel pagi dan penanaman visi-misi rumah sakit. Mereka tidak hanya dituntut memahami pelayanan, tetapi juga melaksanakannya, termasuk memiliki kepedulian saat menghadapi keluhan pasien,” jelasnya.
dr. M. Syamsul Arifin berharap, masyarakat Situbondo semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan. Ia juga mendukung program pemerintah seperti Brantas agar masyarakat tidak hanya mudah berobat, tetapi juga mampu menjaga kesehatannya. “Harapan kami, pelayanan rumah sakit terus berkembang dan optimal, serta bisa menjadi rujukan dan contoh bagi rumah sakit lain dalam hal pelayanan kepada masyarakat,” tutupnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono