Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Empedu Kambing Diyakini Tambah Vitalitas Pria, Begini Penjelasan Dokter

Bayu Shaputra • Rabu, 27 Mei 2026 | 06:06 WIB
Ilustrasi menelan empedu kambing. (YouTube/Wawan Kuswandoro 莞幸福)
Ilustrasi menelan empedu kambing. (YouTube/Wawan Kuswandoro 莞幸福)

 

RADARSITUBONDO.ID - Tradisi mengonsumsi empedu kambing kembali ramai dilakukan masyarakat saat momen Idul Adha. Di sejumlah daerah, kantong empedu kambing dipercaya memiliki khasiat tertentu bagi kesehatan, terutama untuk meningkatkan vitalitas pria dan menambah stamina tubuh.

Cara mengonsumsinya pun terbilang ekstrem. Kantong empedu biasanya hanya dibilas menggunakan air panas sebelum ditelan langsung dalam kondisi mentah.

Banyak orang sengaja menelannya utuh agar cairan empedu tidak pecah di mulut karena rasa pahitnya dianggap sangat menyengat.

Selain dipercaya mampu meningkatkan tenaga, sebagian masyarakat juga meyakini empedu kambing dapat membantu mengatasi penyakit tertentu seperti malaria. Namun, keyakinan tersebut ditegaskan tidak memiliki dasar ilmiah.

Baca Juga: Dikaitkan dengan Real Madrid, Morten Hjulmand Pilih Fokus ke Final Piala Portugal

Spesialis Penyakit Dalam dr. Ari Fahrial Syam mengatakan mitos seputar kambing selalu muncul setiap perayaan Idul Adha, termasuk anggapan bahwa empedu kambing dapat membuat tubuh lebih kuat dan sehat. Menurutnya, hingga kini tidak ada penelitian ilmiah yang membuktikan manfaat tersebut, dikutip dari ANTARA.

Empedu sendiri merupakan cairan berwarna kehijauan yang diproduksi hati dan disimpan di kantong empedu. Fungsinya membantu proses pencernaan lemak di usus halus. Cairan tersebut mengandung garam empedu, kolesterol, dan pigmen bilirubin.

Alih-alih menyehatkan, konsumsi empedu kambing mentah justru dinilai berisiko bagi tubuh. Dr. Ari menjelaskan kantong empedu bisa saja berada dalam kondisi terinfeksi atau mengalami peradangan. Jika dikonsumsi mentah, risiko masuknya bakteri, virus, maupun parasit ke dalam tubuh menjadi lebih besar.

Baca Juga: Libur Idul Adha 2026 Berpotensi Jadi Enam Hari, Ini Rincian Tanggalnya

Kondisi tersebut dapat memicu keracunan makanan dengan gejala mulai dari mual, muntah berat, diare, hingga sakit perut hebat. Risiko semakin tinggi apabila proses penyembelihan dan penanganan hewan tidak dilakukan secara higienis.

Tidak hanya itu, konsumsi empedu kambing secara rutin atau dalam jumlah besar juga dapat membebani organ tubuh, terutama hati dan ginjal. Kedua organ tersebut harus bekerja lebih keras untuk menyaring zat-zat berbahaya yang masuk ke tubuh.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi memicu gangguan fungsi hati dan ginjal. Dr. Ari juga mengingatkan bahwa empedu termasuk bagian jeroan yang memiliki kandungan kolesterol dan asam urat cukup tinggi.

Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM itu menilai konsumsi jeroan berlebihan dapat meningkatkan risiko hipertensi dan gangguan kesehatan lainnya, terutama bagi orang yang sudah memiliki riwayat penyakit tertentu.

Baca Juga: Tottenham Lolos dari Zona Degradasi Setelah Menang Tipis atas Everton

Ia menyarankan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mengonsumsi bagian tubuh hewan kurban. Jika tetap ingin mencoba karena alasan penasaran atau tradisi, sebaiknya bagian kambing tersebut dimasak terlebih dahulu hingga matang sempurna.

Selain mengurangi risiko infeksi, makanan yang dimasak dengan benar juga dinilai lebih aman bagi kesehatan. Dr. Ari turut mengingatkan masyarakat untuk menghindari konsumsi makanan mentah dan tidak makan secara berlebihan saat perayaan Idul Adha.

Editor : Bayu Shaputra
#Empedu kambing #idul adha #kurban