RadarSitubondo.id - Kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan antara Hizbullah dan Israel telah menyebabkan beberapa maskapai penerbangan membatalkan rute mereka ke Lebanon.
Namun, banyak wisatawan tampaknya tidak terpengaruh oleh peringatan tersebut dan tetap berani datang.
Hadi Sharqawi, mahasiswa Lebanon berusia 24 tahun yang belajar di Italia, akhirnya tiba setelah penerbangannya tertunda selama dua hari.
Dia datang untuk menghabiskan waktu satu setengah bulan bersama keluarganya seperti biasanya setiap musim panas.
Sharqawi berasal dari Kharayeb, kota di Lebanon selatan yang meskipun jauh dari perbatasan, tetap merasakan dampak bentrokan yang telah berlangsung selama 10 bulan.
“Ancaman itu sama sekali tidak membuat saya ragu untuk datang ke Lebanon. Bahkan dengan adanya ancaman, kami tetap akan datang,” kata Sharqawi.
Muhammad Mokhaled, 71 tahun, dari Jarjouh, kota di selatan Lebanon, setuju. Dia sedang menunggu kedatangan putrinya di bandara hari ini.
"Kami tidak takut dengan situasi ini, karena kami sudah terbiasa. Serangan udara dan suara ledakan adalah hal yang biasa bagi kami," ujarnya tegas.
Meski konflik memanas, semangat para pelancong untuk kembali ke Lebanon tidak surut. Keberanian mereka menunjukkan ketangguhan warga Lebanon dalam menghadapi ketidakpastian dan ancaman konflik. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi