RadarSitubondo.id - Tahukah kalian ada kapal bernama SS Sitoebondo di zaman penjajahan Belanda seabad silam.
Kapal SS Sitoebondo mulai beroperasi pada tahun 1920. Kapal ini menjadi pengangkut hasil bumi Indonesia ke Eropa.
Bahkan kapal terbesar pada masanya ini pernah bersandar di Pelabuhan Jangkar dan Pelabuhan Panarukan.
Di tahun 1930 awal saat bersandar di Pelabuhan Jangkar dan Panarukan, Kapal SS Sitoebondo mendapat sambutan meriah.
Bersandarnya kapal tersebut disambut meriah oleh warga sekitar dan pemerintahan kolonial.
Kapal SS Sitoebondo fungsi utamanya ialah mengangkut hasil perdagangan dan hasil bumi.
Gula dari Situbondo adalah termasuk komoditi utama yang kemudian dibawa oleh penjajah Belanda ke Eropa, Amerika dan Afrika.
Tidak hanya itu, dulunya kapal ini juga digunakan untuk mengangkut tenaga kerja asal Pulau Jawa untuk melakukan tanam paksa di Suriname, Belanda pada tahun 1920 - 1925.
Kapal yang dinahkodai oleh Kapten A. Farhoev ini lantas ditenggelamkan oleh torpedo Boat Jerman tahun 1941.
Penumpang kapal saat itu sebanyak 65 orang selamat dan 19 orang meninggal dunia.
Itulah sedikit ulasan singkat mengenai kapal SS Sitoebondo milik Belanda yang pernah bersandar di Panarukan dan Jangkar. (*)
Editor : Ali Sodiqin