Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Lapisan Aspal Jalan Tol Probowangi Dibandingkan dengan Jalanan Kota Madinah, Begini Kesamaan dan Perbedaannya

Bayu Saksono • Rabu, 25 Juni 2025 | 00:31 WIB
Jalan raya dengan permukaan aspal yang mulus di kota Madinah, Saudi Arabia.
Jalan raya dengan permukaan aspal yang mulus di kota Madinah, Saudi Arabia.

radarsitubono.id - Memang sangat terlalu jauh bila membandingkan antara aspal di jalan tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) dengan lapisan aspal di jalanan Kota Madinah, Arab Saudi.

Tapi, memang tidak ada salahnya membandingkan kedua kondisi aspal jalan tersebut.

Apalagi selama ini, aspal jalan raya di Kerajaan Saudi Arabia terkenal sebagai jalan yang mulus untuk beragam mobil, tidak terkecuali di wilayah Madinah.

Sedangkan jalan Tol Probowangi yang sedang berlangsung di kawasan simpang susun Besuki yang masuk wilayah Kabupaten Situbondo hari ini merupakan salah satu proyek jalan tol terbaru di negeri kita.

Berbicara aspal memang bukan sekadar permukaan hitam di jalanan yang dilintasi kendaraan.

Di balik tampilannya yang begitu simpel, tersimpan teknologi dan filosofi konstruksi yang mencerminkan kondisi geografis serta kebiasaan warga lokal di sekitarnya.

Hal ini terlihat ketika kita membandingkan jalan-jalan beraspal di Kota Madinah, Arab Saudi, dengan ruas tol baru Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi) di Indonesia.

Ada beberapa kesamaan aspal Madinah dan aspal tol Probowangi yakni sama-sama tangguh dalam menghadapi cuaca ekstrem.

Meski terpisah benua berjarak ribuan Km, aspal di Madinah dan di tol Probowangi punya tujuan serupa yakni tahan terhadap kondisi cuaca yang ekstrem.

Di Madinah, jalan raya dibangun agar bisa menahan suhu permukaan yang panas hingga 70°C pada musim panas.

Sementara itu, aspal jalan Tol Probowangi yang saat ini masih berupa cor beton semen masih disesuaikan dengan intensitas hujan yang deras dan suhu lembap khas kawasan dekat laut di utara Jawa Timur.

Jalan tersebut menggunakan aspal modifikasi yang telah diperkuat dengan polimer khusus agar tidak cepat meleleh pada suhu panas di Madinah.

Sedangkan tol Probowangi dirancang agar aspal tidak cepat mengelupas akibat air dan beban berat kendaraan.

Perbedaan mencolok juga terlihat pada warna aspal, kandungan lapisan penyusun jalan, dan filosofi desain kedua jalan di beda negara tersebut.

Perbedaan mencolok adalah warna permukaan aspal jalan di Saudi Arabia yakni abu-abu terang atau abu agak keputihan.

Warna aspal begitu karena dicampur dengan batu lokal berwarna cerah seperti granit atau batu basal muda.

Warna ini membantu memantulkan cahaya matahari, mengurangi efek suhu tinggi pada permukaan jalan.

Sebaliknya, aspal di jalan tol Probowangi menggunakan agregat batu lokal berwarna gelap dari tambang sekitar Jawa Timur, seperti batu andesit atau basalt hitam.

Warna ini menyerap panas lebih banyak, namun cocok di kondisi tropis yang basah karena cepat mengering saat hujan berlangsung.

Dari segi kandungan, aspal di Madinah mengandung bahan tambahan seperti fiberglass dan elastomer, untuk meningkatkan fleksibilitas dan daya tahan retak akibat perubahan suhu ekstrem antara siang dan malam.

Sementara aspal di tol Probowangi yang sedang dibangun lebih fokus pada kekuatan drainase dan ketahanan banjir, dengan penambahan aditif anti-air dan lapisan geotekstil di bawahnya.

Aspal di Madinah umumnya memiliki struktur lapisan tipis namun kuat, karena tanah di bawahnya cenderung keras dan kering. Kebutuhan lapisan sub-base lebih minim.

Sedangkan di jalur tol Probowangi, struktur lapisannya lebih tebal karena harus menyesuaikan dengan tanah yang labil dan sering tergenang, terutama di daerah dekat pantai seperti Situbondo dan Banyuwangi. (*)

 

Editor : Bayu Saksono
#jalan tol probolinggo-banyuwangi #situbondo hari ini #madinah #Cahaya Matahari #perbedaan #persamaan #aspal #musim panas #Tol Probowangi #jalanan kota