RADARSITUBONDO.ID - Tanggal 11 September 2001 dimulai seperti hari biasa di Amerika Serikat dengan cuaca yang cerah. Namun, hari itu akan menjadi salah satu tragedi terkelam dalam sejarah yang mengubah dunia.
Pada pukul 8.46 waktu setempat, pesawat American Airlines Penerbangan 11 menabrak menara utara World Trade Center (WTC). Ledakan menggelegar di Manhattan dan asap hitam mulai membumbung. Banyak yang mengira ini adalah kecelakaan biasa.
Baca Juga: Apa Manfaat Ubin Pemandu pada Trotoar bagi Penyandang Disabilitas?
Selanjutnya, pada pukul 9.03, United Airlines Penerbangan 175 menabrak menara selatan WTC. Jutaan orang menyaksikan langsung serangan terencana ini melalui televisi.
Pada pukul 9.37, American Airlines Penerbangan 77 menabrak Pentagon, menambah kepanikan di seluruh negara. Sekitar pukul 9.59, menara selatan WTC runtuh setelah 56 menit sejak ditabrak.
Kemudian, pada pukul 10.03, United Airlines Penerbangan 93 jatuh di Shanksville, Pennsylvania. Para penumpang telah melawan para pembajak dan menggagalkan rencana mereka.
Akhirnya, pada pukul 10.28, menara utara WTC juga runtuh setelah bertahan selama 102 menit. Kedua menara yang menjadi ikon New York itu lenyap, meninggalkan luka mendalam.
Baca Juga: iPhone 17 Resmi Dirilis! Chip A19 Super Kencang dan Kamera Belakang 48MP di Semua Lensa!
Serangan 9/11 menewaskan 2.977 orang dari 90 negara dan merubah kebijakan keamanan global. Amerika Serikat memulai "War on Terror" dan mengesahkan Undang-Undang Patriot, mengubah cara pemerintah memantau warganya. Setiap 11 September, Amerika memperingati "Patriot Day" dengan upacara di lokasi serangan.
Memorial 9/11 di New York menampilkan nama-nama korban, dan museum yang dibuka pada 2014 menyimpan artefak bersejarah. Dua puluh empat tahun kemudian, dampak peristiwa ini masih dirasakan di seluruh dunia.
Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News
Editor : Ali Sodiqin