RADARSITUBONDO.ID - Setiap tanggal 11 September, dunia mengenang serangan teroris 11 September 2001 yang mengguncang Amerika Serikat dan dunia. Serangan ini mengakibatkan 2.977 orang tewas dari 90 negara, menjadikannya serangan teroris paling mematikan dalam sejarah AS.
Dua pesawat menghantam menara kembar World Trade Center di New York, yang runtuh dalam waktu singkat dan disaksikan oleh miliaran orang melalui televisi.
Baca Juga: Apa Manfaat Ubin Pemandu pada Trotoar bagi Penyandang Disabilitas?
Dampak serangan ini melampaui AS, dengan lebih dari 120 negara yang merespons seruan Presiden Bush untuk menolak terorisme.
Ini menandai era baru dalam sistem keamanan internasional, termasuk penerapan kontraterrorisme, pengawasan, dan hukum internasional. Keamanan di bandara global mengalami perubahan besar dengan protokol yang ketat.
Baca Juga: iPhone 17 Resmi Dirilis! Chip A19 Super Kencang dan Kamera Belakang 48MP di Semua Lensa!
AS mendeklarasikan "Perang Global Melawan Terorisme," yang mempengaruhi geopolitik global, terutama dengan invasi ke Afghanistan dan Irak.
Namun, dukungan publik terhadap perang ini menurun seiring waktu. Selain itu, banyak orang mengalami dampak kesehatan jangka panjang dari serangan ini.
National September 11 Memorial Museum di New York menjadi pusat pembelajaran global. Peringatan 9/11 mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap ekstremisme dan perlunya kerja sama internasional. Dua puluh empat tahun setelah peristiwa itu, dunia terus belajar dari tragedi ini.
Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News
Editor : Ali Sodiqin