RADARSITUBONDO.ID - Pemerintah federal Amerika Serikat mengalami shutdown mulai pukul 12:01 dini hari pada 1 Oktober 2025 karena Kongres gagal mencapai kesepakatan anggaran.
Shutdown ini berdampak langsung pada jutaan orang di Amerika, terutama pegawai militer dan sipil. Mereka tetap diharuskan bekerja tanpa tahu kapan mereka akan menerima gaji, mempengaruhi ribuan keluarga.
Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan melaporkan bahwa 55% dari 90. 000 pegawai tetap bekerja, sementara 45% lainnya dirumahkan.
Baca Juga: Dampak Hari Batik Nasional terhadap Industri Batik Lokal dan Perekonomian Pengrajin
Walaupun shutdown terjadi, layanan tertentu tetap berjalan dengan batasan. Program seperti Social Security, Medicare, dan Medicaid terus beroperasi karena dana mereka wajib.
Namun, layanan Administrasi Jaminan Sosial mengalami pengurangan, termasuk penghentian proses verifikasi manfaat dan penanganan kelebihan pembayaran. Penerima manfaat baru mungkin juga mengalami penundaan dalam pemrosesan klaim.
Baca Juga: Rakyat Indonesia Bergembira! TVRI Resmi Pegang Hak Siar Piala Dunia 2026
Taman nasional tetap dibuka dengan fasilitas terbatas. Jalan, jalur hiking, dan area terbuka lainnya dapat diakses, tetapi pusat pengunjung dan program edukasi ditutup atau beroperasi minim.
Sekolah dan perguruan tinggi umumnya tidak terpengaruh, tetapi Library of Congress mengumumkan penutupan semua gedung dan pembatalan acara publik, membuat peneliti dan masyarakat kehilangan akses.
Baca Juga: Xiaomi Watch S4 41mm: Dominasi Smartwatch Premium di Bawah Rp 3 Juta Indonesia 2025
Shutdown ini mengingatkan kita bahwa dampak dari keputusan politik sangat nyata. Banyak orang, termasuk ibu rumah tangga, tentara, dan wisatawan, merasakan efek dari layanan publik yang terbatas dan pendapatan yang tertunda.
Sejak 1990, sudah ada 11 kali funding gap yang menyebabkan pegawai federal dirumahkan, menunjukkan bahwa masalah ini terus berulang dengan dampak yang signifikan.
Editor : Ali Sodiqin