RADARSITUBONDO.ID - Angka "67" bukan sekadar angka biasa. Dictionary.com secara resmi memilihnya sebagai Kata Tahun Ini 2025, menandakan sebuah cara baru dalam berkomunikasi secara digital yang sedang tren di kalangan anak muda. Istilah ini kini menjadi lambang persatuan yang menghubungkan jutaan remaja di seluruh dunia.
Baca Juga: Demokrat Bergerak, Optimistis Kembali Berjaya
Asal Mula
Fenomena ini dimulai dari lagu "Doot Doot (6 7)" yang dinyanyikan oleh rapper Skrilla dan dirilis pada Desember 2024.
Bagian dari lagu itu menjadi terkenal di TikTok, dengan video yang menunjukkan gerakan tangan seperti sedang membandingkan dua pilihan.
Lagu ini semakin populer setelah dihubungkan dengan atlet NBA LaMelo Ball yang tinggi badannya 6 kaki 7 inci.
Baca Juga: Kapan Puncak Musim Hujan 2025 di Indonesia? Prediksi BMKG
Kekuatan Humor Absurd
Ahli bahasa, Steve Johnson, menjelaskan bahwa "67" seperti teriakan spontan yang lebih menunjukkan perasaan daripada memiliki makna yang jelas.
Anak muda sangat menyukai lelucon yang acak dan lucu, di mana kebersamaan dan momen tawa lebih penting dibandingkan makna itu sendiri.
Di beberapa sekolah di Inggris dan Amerika, siswa sering berteriak "six seven! " setiap kali angka 67 disebut di kelas, menunjukkan bahwa istilah ini telah menjadi "lelucon internal" yang menyatukan mereka.
Baca Juga: Mengapa Musim Hujan 2025 Berlangsung Lebih Panjang? BMKG Ungkap Penyebabnya
Simbol Identitas Kolektif
Anak muda menciptakan kode bahasa sendiri yang membantu membangun hubungan sosial serta identitas kelompok. Dictionary.com mencatat bahwa penggunaan "67" meningkat enam kali lipat pada Oktober 2025, membuktikan seberapa cepat istilah ini menyebar.
"67" menjadi simbol persatuan karena memberikan ruang bagi ekspresi yang bebas dan terbuka. Tidak ada aturan yang ketat, tidak ada makna yang harus diketahui, hanya dengan ikut dalam lelucon ini, seseorang sudah menjadi bagian dari komunitas global generasi digital.
Editor : Ali Sodiqin