RADARSITUBONDO.ID - Dictionary.com baru saja mengeluarkan berita yang mengejutkan banyak orang: "67" (diucapkan "six-seven", bukan "sixty-seven") terpilih sebagai Kata Tahun 2025.
Pilihan yang kontroversial ini mendapat banyak tanggapan berbeda, terutama dari mereka yang bertanya, "Bukankah itu hanya angka, bukan kata? "
Baca Juga: Demokrat Bergerak, Optimistis Kembali Berjaya
Asal-Usul yang Misterius
Kata "67" diyakini muncul dari lagu "Doot Doot (6 7)" yang dinyanyikan oleh rapper Skrilla pada tahun 2024. Lagu ini menjadi sangat terkenal berkat video viral di TikTok yang menampilkan pemain basket NBA, LaMelo Ball dan seorang anak yang kini dikenal dengan nama "67 Kid".
Dalam waktu singkat, para guru di berbagai sekolah mulai berbagi cara untuk menghentikan siswa-siswa mereka yang terus meneriakkan "six-seven" sepanjang waktu.
Baca Juga: Kapan Puncak Musim Hujan 2025 di Indonesia? Prediksi BMKG
Apa Sebenarnya Maknanya?
Apa yang membuatnya berbeda adalah "67" hampir tidak memiliki makna yang jelas. Beberapa orang menafsirkannya sebagai "cukup" atau "mungkin iya, mungkin tidak", biasanya diiringi dengan gerakan tangan di mana kedua telapak tangan menghadap ke atas dan bergerak naik turun.
Namun, bahkan Skrilla yang menciptakannya mengaku tidak pernah memberikan arti yang jelas. "Setiap orang punya tafsir sendiri karena saya tidak pernah memberikan arti yang nyata," katanya.
Baca Juga: Waspada! Puncak Musim Hujan 2025 Berlangsung 4 Bulan, Ini Persiapan Penting untuk Rumah
Fenomena Brainrot Generation
Dictionary.com menggolongkan "67" sebagai "brainrot slang" istilah yang diciptakan secara sengaja tanpa makna dan terdengar konyol.
Data menunjukkan pencarian untuk "67" meningkat enam kali lipat sejak bulan Juni 2025, dengan lebih dari 2 juta unggahan di TikTok menggunakan hashtag 67.
Kepopuleran ini bahkan telah menginspirasi satu episode South Park dan kostum Halloween yang menjadi viral.
Baca Juga: SPF 30 atau SPF 50 untuk Anak? Ini Pertimbangannya
Steve Johnson, direktur leksikografi di Dictionary.com, menjelaskan bahwa "67" menunjukkan seberapa cepat bahasa berkembang di zaman digital ini.
Yang membuatnya spesial bukanlah isinya, tetapi hubungan yang tercipta, ini adalah lelucon besar yang membuat Generasi Alpha merasa menjadi bagian dari komunitas eksklusif mereka.
Editor : Ali Sodiqin