RADARSITUBONDO.ID - Tanggal 6 November bukan hanya tanggal biasa di kalender dunia. Di balik kesibukan setiap hari, tanggal ini memiliki arti penting yang sering tidak terlihat oleh publik.
Setiap tanggal 6 November, dunia merayakan Hari Internasional untuk Mencegah Eksploitasi Lingkungan dalam Perang dan Konflik Bersenjata.
Peringatan yang ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada 5 November 2001 ini memiliki latar belakang yang sangat mendalam.
Baca Juga: Terjemahan Makin Cerdas! Google Translate Integrasikan Gemini AI dengan Dua Mode Pilihan
Data dari United Nations Environment Programme (UNEP) menunjukkan hal yang mengejutkan: dalam 60 tahun terakhir, sekitar 40 persen konflik di banyak tempat di dunia berhubungan langsung dengan eksploitasi sumber daya alam.
Berbagai hal seperti kayu, berlian, emas, minyak, sampai sumber daya yang langka seperti air dan tanah subur sering kali menjadi penyebab terjadinya konflik bersenjata.
Baca Juga: Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim Pertama New York, Setelah Kalahkan Andrew Cuomo
Perang tidak hanya meninggalkan luka di antara manusia, tetapi juga berdampak buruk pada alam. Air menjadi tercemar, hutan ditebang habis, tanah terkontaminasi bahan kimia, dan satwa dibunuh untuk kepentingan militer.
Sayangnya, kerusakan lingkungan yang terjadi akibat perang sering kali tidak mendapat perhatian dari media internasional.
Baca Juga: Modus 'Jatah Preman'! KPK Tetapkan Gubernur Riau Abdul Wahid Tersangka Korupsi Anggaran
Dengan adanya peringatan ini, PBB menegaskan bahwa melindungi lingkungan adalah bagian yang sangat penting dalam upaya mencegah konflik dan menciptakan perdamaian.
Pada 27 Mei 2016, komitmen ini diperkuat melalui resolusi UNEP/EA.2/Res.15 yang mengakui peranan penting ekosistem yang sehat dalam mengurangi kemungkinan terjadinya konflik bersenjata.
Baca Juga: Hasil Draw AFC Futsal Asian Cup 2026: Indonesia Bertemu Korea Selatan di Grup A
Peringatan pada 6 November mengingatkan kita bahwa perdamaian sejati tidak akan bertahan lama jika sumber daya alam yang memberi kehidupan terus dieksploitasi dan dihancurkan. Merawat lingkungan sama artinya dengan menjaga masa depan perdamaian di seluruh dunia.
Editor : Ali Sodiqin