RADARSITUBONDO.ID - Wilayah perbatasan antara Afghanistan dan Pakistan kembali mengalami tragedi kemanusiaan setelah baku tembak pada Kamis, 6 November, yang mengakibatkan lima warga sipil tewas dan enam lainnya terluka di distrik Spin Boldak, Kandahar.
Pejabat rumah sakit setempat mengonfirmasi bahwa sebagian besar yang menjadi korban adalah warga sipil yang tidak bersenjata, termasuk empat perempuan dan satu laki-laki.
Kejadian ini berlangsung di tengah negosiasi gencatan senjata antara kedua negara yang sedang berlangsung di Istanbul, Turki.
Baca Juga: Pengguna iPhone Gigit Jari! Ini Alasan Fitur QRIS Terbaru Belum Bisa Dipakai di iOS
Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengklaim bahwa tentara Pakistan yang memulai tembakan di sore hari meskipun pembicaraan damai sedang dilakukan. "Tentara Pakistan kembali menembaki Spin Boldak," katanya.
Sementara itu, Kementerian Informasi Pakistan dengan tegas membantah pernyataan tersebut. Mereka mengatakan bahwa tembakan sebenarnya berasal dari Afghanistan dan tentara Pakistan hanya memberikan respons yang cukup.
Baca Juga: Putra Mahkota Johor Berani! Siap Tanggung Seluruh Biaya Denda FIFA Menggunakan Uang Pribadi
Kejadian ini dapat menyulitkan proses perdamaian di Istanbul yang sebelumnya terhenti karena masalah dalam membahas detail gencatan senjata. Kedua pihak saling menyalahkan karena tidak mau bekerja sama dan mengingatkan kemungkinan terjadinya kembali konflik besar.
Data dari PBB menunjukkan bahwa 50 warga sipil Afghanistan telah tewas dan 447 lainnya terluka akibat bentrokan selama seminggu di bulan Oktober lalu. Di sisi Pakistan, 23 tentara tewas dan 29 terluka dalam waktu yang sama.
Penyebab dari konflik yang berlangsung lama ini berasal dari tuduhan Pakistan bahwa Afghanistan melindungi kelompok Taliban Pakistan (TTP) yang sering melakukan serangan dari seberang perbatasan. Tuduhan ini selalu dibantah oleh pihak Taliban.
Editor : Ali Sodiqin