RADARSITUBONDO.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengajukan sebuah rencana yang banyak diperbincangkan saat krisis penutupan pemerintahan terlama di sejarah AS.
Trump meminta para senator dari Partai Republik untuk mengalihkan dana pemerintah yang biasanya digunakan untuk mendukung asuransi kesehatan di bawah program Affordable Care Act (ACA) menjadi uang tunai langsung untuk masyarakat.
Usulan ini muncul pada hari ke-39 dari shutdown yang telah menghentikan kerja pemerintah federal sejak 1 Oktober 2025. Melalui akun media sosial Truth Social, Trump mengatakan bahwa dana untuk subsidi kesehatan sebaiknya diambil dari perusahaan asuransi besar dan diberikan langsung kepada masyarakat.
"Dengan kata lain, ambil dana dari Perusahaan Asuransi BESAR dan berikan ke rakyat, sehingga bisa mengakhiri pemborosan pada Perawatan Kesehatan yang sangat buruk, yaitu ObamaCare," tulis Trump tanpa menjelaskan lebih lanjut tentang rencananya.
Baca Juga: Perempat Final Korea Masters 2025, Indonesia Hadapi Tantangan Berat dari Tuan Rumah
Masalah politik yang menyebabkan shutdown ini dimulai dari perselisihan antara Partai Demokrat dan Republik mengenai subsidi asuransi kesehatan.
Demokrat ingin agar subsidi ACA yang akan habis pada akhir 2025 diperpanjang, sementara Republik ingin agar undang-undang pendanaan bisa disetujui tanpa syarat tambahan.
Subsidi untuk kesehatan sangat penting karena menurut KFF, jika tidak diperpanjang, biaya premi asuransi diperkirakan akan naik hingga 75 persen pada tahun 2026, dan ini akan langsung mempengaruhi 24 juta orang Amerika.
Baca Juga: Hunters Kembali Beraksi! KPop Demon Hunters 2 Targetkan Rilis 2029
Setidaknya ada dua senator Republik, James Lankford dari Oklahoma dan Lindsey Graham dari Carolina Selatan, yang mendukung usulan Trump.
Lankford berpendapat bahwa subsidi ACA selama ini hanya memberikan uang kepada perusahaan asuransi tanpa benar-benar membantu masyarakat banyak.
Namun, Senator Demokrat Chuck Schumer menolak dengan tegas usulan tersebut, mengatakan bahwa shutdown harus selesai terlebih dahulu sebelum mereka bisa membahas perubahan yang rumit dalam kebijakan kesehatan.
Hingga berita ini ditulis, jutaan pegawai federal tidak mendapatkan gaji, bantuan makanan menjadi terhambat, dan berbagai layanan publik berhenti beroperasi.
Program bantuan makanan WIC untuk ibu hamil dan anak-anak juga terancam, museum nasional ditutup, dan pemeriksaan keamanan pangan dihentikan.
Lebih dari 750.000 pegawai federal tidak dapat bekerja dengan jelas kapan mereka akan dibayar lagi.
Kondisi ini menciptakan ketidakpastian ekonomi dan memberikan tekanan bagi ratusan ribu keluarga yang mengandalkan uang dari pemerintah federal.
Shutdown kali ini telah melampaui rekor sebelumnya yang terjadi selama 35 hari di tahun 2018-2019 di masa pemerintahan Trump yang pertama.
Editor : Ali Sodiqin