Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Israel Langgar Kesepakatan Damai, Bombardir Lebanon Tewaskan Warga Sipil

Bayu Shaputra • Senin, 10 November 2025 | 03:38 WIB
Ilustrasi Israel bombardir Lebanon.
Ilustrasi Israel bombardir Lebanon.

RADARSITUBONDO.ID - Ketegangan di Timur Tengah semakin tinggi setelah Israel melakukan serangkaian serangan udara pada Kamis, 6 November 2025, terhadap kota-kota Tair Daba, Al-Tayba, Aita al-Jabal, dan Zotra al-Sharqia yang berada di Lebanon selatan.

Tindakan militer ini mendapatkan reaksi negatif dari banyak pihak karena melanggar perjanjian gencatan senjata yang sudah berjalan hampir satu tahun.

 Baca Juga: Perempat Final Korea Masters 2025, Indonesia Hadapi Tantangan Berat dari Tuan Rumah

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa serangan Israel membuat tiga orang meninggal dan beberapa lainnya terluka.

Salah satu kejadian paling menyedihkan terjadi ketika dua saudara dari kota Shebaa terkena serangan saat mereka mengemudi di lereng Gunung Hermon di Lebanon tenggara pada Sabtu, 8 November 2025, yang membuat mobil mereka terbakar dan mengakibatkan mereka meninggal.

 Baca Juga: Hunters Kembali Beraksi! KPop Demon Hunters 2 Targetkan Rilis 2029

Suara ledakan keras dapat terdengar di wilayah Galilea Atas dan Golan akibat serangan di Lebanon selatan. Militer Israel menyatakan bahwa serangan itu ditujukan untuk menghancurkan infrastruktur militer Hizbullah untuk mengganggu usaha kelompok tersebut dalam membangun kembali aktivitasnya di daerah tersebut.

Sebelum melaksanakan serangan, tentara Israel meminta penduduk di bangunan tertentu di Desa Aita al-Jabal dan area sekitarnya untuk segera meninggalkan tempat tinggal mereka.

Serangan ini menyebabkan banyak orang menjadi pengungsi baru, dengan kemacetan parah saat warga meninggalkan area yang diserang.

 Baca Juga: Instagram Luncurkan Fitur Your Algorithm, Netizen Ramai Mencoba Atur Ulang Timeline

Presiden Lebanon Joseph Aoun dengan tegas mengecam pelanggaran ini. Uni Eropa juga menyatakan keprihatinan terkait serangan Israel yang terus berlanjut meskipun gencatan senjata telah ada selama hampir setahun.

Namun, Israel berpendapat bahwa Lebanon tidak cukup cepat dalam menghapus senjata Hizbullah dan menegaskan hak mereka untuk melakukan operasi.

Editor : Ali Sodiqin
#Lebanon dibombardir Israel