RADARSITUBONDO.ID - Senat Amerika Serikat pada Minggu (9/11/2025) mulai bersiap untuk melakukan pemungutan suara guna mengakhiri penutupan pemerintah federal yang sudah berlangsung selama 40 hari.
Penutupan kali ini menjadi yang terlama dalam sejarah AS, melampaui rekor sebelumnya yang terjadi saat pemerintahan Trump yang berlangsung selama 35 hari.
Baca Juga: Hari Guru Nasional 25 November 2025, Libur atau Tetap Masuk Sekolah?
Pemimpin Mayoritas Senat John Thune mengumumkan rencana untuk mengadakan suara mengenai rancangan undang-undang pendanaan yang sudah disetujui oleh DPR.
Rancangan ini akan mendukung kegiatan pemerintah hingga Januari 2026 dan juga mencakup pengaturan anggaran untuk beberapa kementerian selama setahun penuh.
Baca Juga: Oppo Umumkan Tanggal Peluncuran Reno 15, Chipset Dimensity 8450 dan Desain Premium
Sumber yang memahami situasi mengungkapkan bahwa delapan anggota Senat dari Partai Demokrat akan memberikan dukungan terhadap RUU ini.
Dengan tambahan suara ini, jumlah 60 suara yang dibutuhkan untuk persetujuan akhir akan terpenuhi. Di Senat, Partai Republik memiliki 53 kursi, sedangkan Partai Demokrat mempunyai 45 kursi dan ada dua senator independen yang bekerja sama dengan mereka.
Baca Juga: China Ciptakan Chip AI Analog, Mengancam Dominasi Nvidia di Pasar AI Global
Kekacauan politik dimulai pada 1 Oktober 2025 ketika Kongres tidak berhasil menyetujui anggaran. Senat Demokrat menolak untuk membuka kembali pemerintah agar dapat menekan Partai Republik agar setuju memperpanjang subsidi untuk program kesehatan Affordable Care Act.
Subsidi yang akan berakhir di akhir tahun ini telah membantu meningkatkan jumlah pendaftaran ACA menjadi 24 juta sejak tahun 2021.
Baca Juga: Gak FU Gak Love You! Ini Harga Resmi Suzuki Satria F150 Terbaru November 2025
Dampak dari penutupan sangat terasa di banyak bidang. Lebih dari 10.000 penerbangan dibatalkan atau ditunda karena banyak petugas pengatur lalu lintas udara yang dirumahkan tanpa gaji.
Jutaan pegawai federal juga terancam kehilangan pendapatan, sementara program bantuan makanan untuk jutaan warga Amerika berisiko terhenti.
Paket kesepakatan yang sedang dinegosiasikan harus melewati persetujuan DPR dan tanda tangan Presiden Donald Trump, yang kemungkinan akan memakan waktu beberapa hari lagi.
Editor : Ali Sodiqin