Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Brasil, Rusia, dan Zimbabwe: Pelajaran Mahal dari Kegagalan Redenominasi

Bayu Shaputra • Selasa, 11 November 2025 | 19:15 WIB
Rencana redenominasi rupiah.
Rencana redenominasi rupiah.

RADARSITUBONDO.ID - Redenominasi atau penyederhanaan uang tidak menjamin keberhasilan. Beberapa negara malah mengalami masalah ekonomi berat karena melakukannya pada waktu yang salah dan kurangnya persiapan.

 Baca Juga: Syarat Redenominasi Rupiah, Apa Saja yang Harus Dipenuhi?

Korea Utara adalah contoh kegagalan redenominasi ketika mereka menghilangkan satu angka nol dalam mata uang won dari 100 menjadi 1 pada tahun 2009.

Kegagalan tersebut terjadi karena mereka tidak memiliki cukup uang baru. Saat ribuan orang datang ke bank untuk menukar uang lama mereka, mereka hanya mendapati kekecewaan karena uang baru tidak ada.

Banyak orang menganggap bahwa waktu untuk redenominasi ini sangat tidak tepat karena berlangsung saat negara sedang mengalami krisis ekonomi.

 Baca Juga: Bukan Sekadar Anti-Valentine, Ini Makna Hari Jomblo 11 November

Brasil memiliki cerita yang sangat dramatis setelah mereka melakukan redenominasi dari cruzeiro menjadi cruzado. Sayangnya, nilai mata uangnya terhadap dolar AS justru jatuh drastis hingga ribuan cruzado untuk satu dolar AS.

Kegagalan ini disebabkan oleh ketidakmampuan pemerintah dalam mengatasi inflasi yang pada saat itu mencapai 500% per tahun.

Brasil bahkan telah melakukan redenominasi sebanyak enam kali sebelum akhirnya berhasil pada tahun 1994.

 Baca Juga: Drama Penalti Warnai Kemenangan Indonesia U17 atas Honduras di Piala Dunia U17 2025

Zimbabwe mengalami tragedi besar dalam sejarah redenominasi dunia. Negara ini menghadapi hiperinflasi hingga mencapai 1.730% pada tahun 2006 dan semakin buruk menjadi 79,6 miliar persen per bulan pada tahun 2008.

Pemerintah melakukan beberapa kali redenominasi, tetapi semuanya gagal. Pada tahun 2009, pemerintah menghapus 12 nol dari nilai lama dan mengenalkan dolar Zimbabwe keempat, di mana satu dolar baru sama dengan 1 triliun dolar lama.

Dengan situasi yang semakin kacau, Zimbabwe akhirnya mengizinkan penggunaan mata uang asing seperti dolar AS dan rand Afrika Selatan.

Kegagalan redenominasi biasanya disebabkan oleh tiga hal utama: kondisi ekonomi yang tidak stabil, inflasi tinggi yang tidak terkendali, dan kurangnya informasi kepada masyarakat.

Negara-negara ini menunjukkan bahwa redenominasi itu bukan hanya tentang menghapus angka nol, tetapi juga perlu landasan ekonomi yang kuat dan persiapan yang baik.

Editor : Ali Sodiqin
#Kegagalan redenominasi