RADARSITUBONDO.ID - Tragedi kemanusiaan menimpa Ghana pada Rabu pagi (12/11/2025). Acara perekrutan Angkatan Bersenjata Ghana yang berlangsung di Stadion Olahraga El-Wak, Accra, berakhir dengan kesedihan setelah enam orang pelamar meninggal dunia karena terinjak-injak dalam kerumunan.
Kejadian mengerikan tersebut terjadi sekitar pukul 06.20 waktu setempat, sebelum proses seleksi resmi dimulai. Ribuan orang yang mencari pekerjaan sudah datang sejak dini hari, berharap bisa mendapatkan posisi di militer Ghana.
Ketika gerbang stadion dibuka, gelombang orang yang tidak terduga melanggar aturan keamanan dan menyerbu masuk sekaligus, yang membuat suasana sangat panik.
Baca Juga: Kini Namanya Diubah, Pembangunan Jalan Tol Probowangi Sudah Sampai Mana?
Saksi mata menggambarkan bahwa situasinya sangat kacau. Para pelamar berdesakan, saling mendorong, sehingga beberapa dari mereka terjatuh dan terinjak oleh orang-orang di belakang yang terus maju tanpa menyadari bahaya di depan.
Tim medis dari Rumah Sakit Militer 37 dan Layanan Ambulans Nasional Ghana segera datang untuk memberikan pertolongan dan membawa korban ke rumah sakit.
Baca Juga: Timur Kapadze Berpisah dengan Uzbekistan, Suporter Timnas Indonesia Sambut: Welcome
Pejabat Rumah Sakit Militer Ghana, Evelyn Abraham-Kwabiah, menyatakan bahwa 22 hingga 34 orang mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan. Lima di antara mereka dalam kondisi kritis dan dirawat di ruang intensif.
Di rumah sakit, suasana penuh duka dan kebingungan saat keluarga korban berkumpul mencari tahu tentang kondisi anggota keluarga mereka.
Baca Juga: Alasan Kuat Bojan Hodak Tak Akan Latih Timnas Indonesia, Tetap Melatih Persib
Merespons kejadian menyedihkan ini, Angkatan Bersenjata Ghana telah menghentikan sementara proses perekrutan dan membuat tim penyelidikan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Dalam pernyataan resmi yang ditandatangani oleh Kapten Angkatan Laut Veronica Adzo Arhin, yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas Direktur Hubungan Masyarakat, pihak militer menyampaikan rasa duka yang mendalam dan turut berbelasungkawa kepada keluarga korban.
"Angkatan Bersenjata Ghana merasa sangat sedih atas kejadian yang menyakitkan ini dan mengirimkan ucapan belasungkawa yang tulus kepada keluarga yang berduka. Tim medis kami terus berusaha dengan keras untuk membantu para korban yang terluka," demikian isi pernyataan tersebut.
Pihak militer juga memastikan akan meningkatkan keamanan di tempat perekrutan di seluruh negara dan akan meninjau ulang cara mengatur kerumunan untuk melindungi keselamatan pendaftar di masa yang akan datang.
Baca Juga: Profil Timur Kapadze Eks Pelatih Timnas Uzbekistan yang Berhasil Lolos Piala Dunia 2026
Tragedi ini menimbulkan banyak kekhawatiran dan kritik tentang cara acara perekrutan massal di Ghana dikelola. Kelompok masyarakat sipil dan para aktivis keselamatan meminta perbaikan dalam cara mengatur kerumunan dan penggunaan sistem digital untuk mengurangi kerumunan saat perekrutan berikutnya.
Kejadian ini menjadi pengingat yang tidak menyenangkan agar semua kegiatan yang melibatkan banyak orang harus direncanakan dengan baik dan memiliki aturan keselamatan yang ketat.
Editor : Ali Sodiqin