Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

2 Menteri Ukraina Mundur Akibat Skandal Korupsi Rp1,6 Triliun di Sektor Energi

Bayu Shaputra • Kamis, 13 November 2025 | 22:15 WIB
Ilustrasi Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendesak 2 menteri untuk mundur akibat skandal korupsi.
Ilustrasi Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendesak 2 menteri untuk mundur akibat skandal korupsi.

RADARSITUBONDO.ID - Dua pejabat tinggi dari pemerintah Ukraina telah resmi mundur setelah terlibat dalam kasus korupsi besar di bidang energi. Menteri Energi Svitlana Grynchuk dan Menteri Kehakiman Herman Halushchenko mengajukan surat pengunduran diri akibat desakan dari Presiden Volodymyr Zelensky pada Rabu (12/11/2025).

Keputusan ini diambil setelah badan antikorupsi Ukraina memulai penyelidikan besar-besaran mengenai dugaan pencurian dana sekitar 100 juta dolar atau setara dengan Rp1,6 triliun. Diduga, skema korupsi ini melibatkan perusahaan energi nuklir negara, Enerhoatom.

 Baca Juga: Amorim Kritik Keras Ugarte di Depan Skuad: 'Bukan Pemain yang Saya Kenal Lagi'

Dengan mengejutkan, beberapa orang yang diduga terlibat dalam skandal ini adalah mereka yang dekat dengan Presiden Zelensky. Nama mantan Wakil Perdana Menteri Oleksiy Chernyshov dan pengusaha Timur Mindich muncul dalam penyelidikan. Mindich dikenal sebagai teman bisnis Zelensky di studio televisi Kvartal95 sebelum dia menjadi presiden.

Badan Antikorupsi Nasional Ukraina (NABU) mengungkapkan bahwa penyelidikan ini telah berlangsung selama 15 bulan dan melibatkan analisis lebih dari seribu jam rekaman audio.

Hasil penyelidikan menunjukkan adanya praktik pengumpulan suap yang dilakukan secara sistematis oleh kontraktor Enerhoatom, dengan nilai suap berkisar antara 10 hingga 15 persen dari total kontrak yang ada.

 Baca Juga: Kini Namanya Diubah, Pembangunan Jalan Tol Probowangi Sudah Sampai Mana?

Menurut NABU, para pejabat yang terlibat menerima uang suap dari kontraktor yang membangun sistem pertahanan infrastruktur energi untuk melindungi fasilitas dari serangan rudal Rusia.

Uang hasil korupsi ini kemudian dicuci dan dipindahkan keluar dari Ukraina, termasuk ke Rusia. Badan antikorupsi bahkan menunjukkan foto-foto tas yang berisi uang tunai sebagai bukti.

Kedua menteri menolak semua tuduhan tersebut. Grynchuk menjelaskan melalui media sosial bahwa dia tidak melakukan pelanggaran hukum dalam pekerjaannya. Sementara Halushchenko berjanji akan membela diri dari semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

 Baca Juga: Timur Kapadze Berpisah dengan Uzbekistan, Suporter Timnas Indonesia Sambut: Welcome

Skandal ini kembali menguji keseriusan Zelensky dalam memerangi korupsi, terutama saat Ukraina berusaha mendapatkan status anggota Uni Eropa. Pada bulan Juli yang lalu, banyak protes dari rakyat terjadi setelah pemerintah mengubah aturan yang dianggap membatasi independensi lembaga antikorupsi NABU dan SAP.

Kritik dari negara-negara G7 memaksa Zelensky untuk membatalkan kebijakan yang kontroversial tersebut. Namun, krisis terbaru ini kembali menimbulkan pertanyaan serius tentang kesungguhan pemerintah Ukraina dalam memberantas korupsi di tengah konflik yang berlarut-larut.

Editor : Ali Sodiqin
#2 menteri Ukraina Mundur