Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Malam Kelam di Kyiv, Rusia Lancarkan Serangan Brutal dengan 430 Drone dan 18 Rudal

Bayu Shaputra • Senin, 17 November 2025 | 15:12 WIB
Seorang wanita yang menggendong bayinya setelah serangan drone Rusia di Kyiv, Ukraina (14/11).
Seorang wanita yang menggendong bayinya setelah serangan drone Rusia di Kyiv, Ukraina (14/11).

RADARSITUBONDO.ID - Ibu kota Ukraina kembali mengalami serangan keras pada 14 November 2025 dini hari. Rusia meluncurkan serangan besar-besaran dengan menggunakan 430 drone dan 18 rudal, yang mengakibatkan enam orang tewas dan 35 lainnya terluka di Kyiv dan daerah sekitarnya.

Presiden Zelenskyy menggambarkan tindakan ini sebagai "serangan yang kejam dan terencana" untuk menyebabkan kerusakan besar pada warga sipil dan fasilitas umum.

Serangan tersebut menggunakan campuran rudal balistik Iskander-M, rudal jelajah, dan drone tipe Shahed yang mengincar hampir semua 10 distrik di Kyiv.

 Baca Juga: Drama Injury Time! Gol Bobček di Menit 91 Bawa Slovakia Kalahkan Irlandia Utara 1-0

Distrik Desnianskyi menjadi tempat yang paling parah, di mana lima orang kehilangan nyawa akibat serangan drone Shahed yang tepat mengenai gedung apartemen.

Seorang warga bernama Dmytro yang selamat menceritakan bagaimana ledakan besar itu membuat keluarganya terbangun dari tidur. "Kami tercekik asap di apartemen, hanya satu meter dari tempat serangan," kata Dmytro dengan penuh ketakutan.

Selain Kyiv, serangan juga mengenai kota Chornomorsk di selatan, menyebabkan dua orang meninggal dan tujuh lainnya terluka. Sistem pemanas kota rusak parah, membuat ribuan orang tidak memiliki penghangat saat musim dingin yang mendekat.

 Baca Juga: Malta Tumbangkan Finland 1-0 di Helsinki, Harapan Piala Dunia Pupus

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim bahwa mereka menargetkan kompleks yang berkaitan dengan militer dan infrastruktur energi Ukraina.

Pemimpin operator listrik Ukrenergo, Vitaly Zaichenko, mengatakan bahwa ada kerusakan serius pada pabrik pembangkit listrik. Jaringan pipa air dan distribusi listrik di bagian Kyiv juga rusak akibat puing-puing dari rudal yang jatuh.

Pemadaman listrik sementara diberlakukan di Donetsk, Kyiv, dan Odesa Oblast. Zaichenko memperkirakan bahwa diperlukan waktu tiga minggu untuk mengembalikan semua pasokan energi, dengan catatan tidak ada serangan lagi yang terjadi.

Peningkatan serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina menjelang musim dingin adalah strategi Rusia untuk memaksa warga Ukraina hidup dalam kegelapan dan dingin.

Sementara itu, Ukraina melancarkan serangan balasan ke depot minyak di Novorossiysk, yang merupakan salah satu tempat ekspor minyak terbesar Rusia.

Serangan ini menggunakan rudal jelajah Neptune yang dibuat di dalam negeri dan berbagai tipe drone, yang menyebabkan kebakaran besar serta merusak jaringan pipa dan tangki minyak.

Ukraina terus membidik pendapatan dari ekspor minyak Rusia sebagai cara untuk mendanai perang.

Editor : Ali Sodiqin
#Rusia serang Kyiv