RADARSITUBONDO.ID - Iran memberikan peringatan tegas kepada Amerika Serikat mengenai kegiatan militer di kawasan Karibia yang dianggap mengancam keamanan Venezuela.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menekankan bahwa setiap tindakan yang menyerang pemerintah Venezuela yang sah adalah sebuah pelanggaran besar terhadap hukum internasional.
Baghaei menyatakan bahwa ancaman untuk menggunakan kekuatan militer terhadap Venezuela bertentangan dengan dasar-dasar Piagam PBB, terutama hak setiap bangsa untuk menentukan masa depannya sendiri dan larangan penggunaan kekuatan militer yang ada di Pasal 2 Ayat (4).
Pernyataan ini dikeluarkan setelah ketegangan antara AS dan Venezuela semakin meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Baca Juga: Drama Injury Time! Gol Bobček di Menit 91 Bawa Slovakia Kalahkan Irlandia Utara 1-0
Iran juga mengecam keras aksi yang dilakukan AS terhadap kapal-kapal nelayan Venezuela. Baghaei meminta agar alasan "operasi melawan narkotika" dihentikan karena hanya digunakan untuk melanggar kedaulatan Venezuela.
Media internasional menggambarkan tindakan tersebut sebagai pelanggaran yang agak sewenang-wenang terhadap hukum laut.
Hubungan antara Iran dan Venezuela telah terjalin dengan baik sejak awal tahun 2000-an. Kedua negara menghadapi sanksi ekonomi dari Washington dan saling mendukung dalam berbagai bidang, seperti energi dan bantuan kemanusiaan.
Iran telah beberapa kali mengirimkan bantuan bahan bakar ke Venezuela yang tengah mengalami krisis ekonomi akibat embargo dari AS.
Baca Juga: Malta Tumbangkan Finland 1-0 di Helsinki, Harapan Piala Dunia Pupus
Peringatan dari Iran ini memperkuat posisi Venezuela di tengah tekanan dari dunia internasional. Dengan menunjukkan dukungan yang kuat, Teheran menunjukkan solidaritas terhadap negara-negara yang menentang kekuasaan AS di wilayah masing-masing.
Tindakan ini juga menjadi pesan bagi dunia untuk menghormati hak kedaulatan dan tidak melakukan intervensi militer secara sepihak.
Editor : Ali Sodiqin