RADARSITUBONDO.ID - Ketegangan di wilayah Timur Tengah kembali meningkat setelah Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) melaporkan bahwa Israel telah membuat dinding beton berbentuk T di sepanjang perbatasan Lebanon selatan, khususnya di barat daya desa Yaroun.
Dinding yang dipermasalahkan ini dikatakan melewati Garis Biru dan menghalangi akses ke lebih dari 4.000 meter persegi wilayah Lebanon.
Pemeriksaan geospasial yang dilakukan UNIFIL pada Oktober 2025 menunjukkan bahwa dinding ini telah masuk ke dalam Garis Biru, sehingga membuat area seluas 4.000 meter persegi tidak bisa diakses oleh warga Lebanon.
Pada bulan November, pasukan penjaga perdamaian mengamati bahwa ada dinding berbentuk T tambahan yang juga menghalangi Garis Biru di tenggara Yaroun.
Baca Juga: Drama Injury Time! Gol Bobček di Menit 91 Bawa Slovakia Kalahkan Irlandia Utara 1-0
UNIFIL menunjuk tindakan Israel sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Lebanon dan telah meminta militer Israel untuk memindahkan dinding tersebut.
Merespons tuduhan ini, militer Israel menolak dengan mengatakan bahwa dinding itu adalah bagian dari rencana militer yang lebih besar dan pembangunannya sudah dimulai sejak 2022.
Israel menegaskan mereka telah mempercepat beberapa tindakan, termasuk memperkuat penghalang fisik di sepanjang perbatasan utara sejak perang dimulai.
Baca Juga: Malta Tumbangkan Finland 1-0 di Helsinki, Harapan Piala Dunia Pupus
Presiden Lebanon, Joseph Aoun, telah memerintahkan pejabat terkait untuk segera mengajukan keluhan kepada Dewan Keamanan PBB mengenai pembangunan dinding beton yang melewati Garis Biru.
Tindakan diplomatik ini menunjukkan keseriusan Beirut dalam menjaga kedaulatan wilayahnya di tengah konflik yang sudah berlangsung lama dengan Israel.
Editor : Ali Sodiqin