RADARSITUBONDO.ID - Hujan lebat yang turun di Jalur Gaza dari Jumat sampai Sabtu pagi (14-15 November 2025) telah membuat banyak tenda pengungsian kebanjiran, dan situasi kemanusiaan semakin parah.
Ketinggian air bahkan lebih dari 10 sentimeter di tempat-tempat penampungan, membuat kasur dan selimut menjadi basah.
Seorang ibu yang memiliki dua anak di Palestina menangis sepanjang pagi setelah melihat tenda tempat tinggal mereka terendam air.
Kondisi ini semakin sulit karena beberapa anggota keluarganya, termasuk suaminya, sudah meninggal dalam konflik yang panjang ini.
Baca Juga: Drama Injury Time! Gol Bobček di Menit 91 Bawa Slovakia Kalahkan Irlandia Utara 1-0
Mahmoud Basal, juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, mengatakan bahwa mereka telah menerima banyak permohonan bantuan, tetapi jumlah sumber daya yang mereka miliki sangat sedikit.
Warga Gaza berusaha menggali parit di sekitar tenda agar air tidak masuk, sedangkan yang lain harus berlindung di bangunan-bangunan yang sudah hancur.
UNRWA mengungkapkan bahwa mereka punya cukup perlengkapan untuk membantu hingga 1,3 juta orang Palestina, tetapi tidak bisa mengirim bantuan ke Gaza karena adanya pembatasan dari Israel.
Kepala UNRWA, Philippe Lazzarini, menegaskan bahwa pengiriman bantuan sangat penting karena musim dingin akan segera tiba bersamaan dengan krisis pengungsian yang besar.
Baca Juga: Nubia V80 Design Resmi Meluncur: Desain Mirip iPhone 17 Pro di Harga Terjangkau!
Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stéphane Dujarric, melaporkan bahwa ratusan tenda dan tempat penampungan sementara terendam air.
Gaza tidak memiliki alat yang cukup untuk mencegah banjir, seperti pompa air dan alat pemungut sampah.
Editor : Ali Sodiqin