Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Israel Tembak Pasukan Perdamaian PBB, Langgar Resolusi DK 1701

Bayu Shaputra • Senin, 17 November 2025 | 21:30 WIB
Ilustrasi tentara Isarel yang menyerang Pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon.
Ilustrasi tentara Isarel yang menyerang Pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon.

RADARSITUBONDO.ID - Pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) kembali diserang oleh tentara Israel pada Minggu pagi (16/11/2025).

Kejadian ini menambah panjang daftar serangan terhadap pasukan yang menjaga perdamaian di daerah yang sedang konflik.

UNIFIL melaporkan bahwa tank Merkava dari Angkatan Pertahanan Israel menembaki mereka dengan senapan mesin berat dari lokasi yang telah dibangun oleh Israel di Lebanon. Peluru-peluru itu jatuh sekitar lima meter dari anggota UNIFIL yang sedang berpatroli dengan berjalan kaki.

 Baca Juga: Lebanon Protes Keras, Tembok Israel Blokir Akses Warga ke Wilayah Sendiri

Para anggota penjaga perdamaian harus berlindung dan segera menghubungi tentara Israel melalui jalur komunikasi UNIFIL untuk meminta mereka menghentikan tembakan.

Mereka baru bisa keluar dengan aman 30 menit kemudian setelah tank Merkava mundur kembali ke posisi Israel. Untunglah, tidak ada yang terluka dalam kejadian ini.

UNIFIL menyebut serangan ini sebagai pelanggaran besar terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701. Resolusi ini mengatur gencatan senjata antara Israel dan Hezbollah setelah perang tahun 2006, dan menjadi dasar untuk kesepakatan gencatan senjata pada November 2024.

 Baca Juga: Trump Diam-Diam Beli Obligasi Bernilai Triliunan Rupiah

Kejadian penembakan ini terjadi tak lama setelah UNIFIL melaporkan pelanggaran lainnya oleh Israel. Pasukan penjaga perdamaian menemukan bahwa Israel sedang membangun dinding beton berbentuk T di perbatasan Lebanon, yang melanggar Garis Biru yang ditetapkan oleh PBB.

Dinding ini membuat lebih dari 4.000 meter persegi wilayah Lebanon tidak bisa diakses oleh penduduk setempat.

 Baca Juga: Dadashov Cetak Gol Kilat, Azerbaijan Tetap Kalah 1-3 dari Prancis di Kualifikasi Piala Dunia

Angkatan bersenjata Lebanon sangat mengecam serangan tersebut dan mengatakan itu adalah tindakan yang berbahaya. Pemerintah Lebanon berniat mengajukan protes resmi ke Dewan Keamanan PBB atas berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh Israel.

UNIFIL kembali meminta Israel untuk menghentikan semua tindakan agresif dan serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian yang berusaha membawa stabilitas ke daerah perbatasan. Misi perdamaian ini tetap berjalan meskipun menghadapi banyak ancaman dan serangan dari tentara Israel.

Editor : Ali Sodiqin
#Tentara Israel serang pasukan perdamaian