Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Serangan Rusia Hancurkan Produksi Gas, Ukraina Andalkan Impor dari Yunani

Bayu Shaputra • Senin, 17 November 2025 | 23:15 WIB
Ilustrasi tambang minyak.
Ilustrasi tambang minyak.

RADARSITUBONDO.ID - Ukraina secara resmi telah menandatangani perjanjian untuk mengimpor gas alam senilai 2 miliar Euro dari Yunani guna persiapan menghadapi musim dingin tahun 2025-2026.

Kesepakatan ini dibuat sebagai langkah darurat setelah serangan besar dari Rusia mengganggu sebagian besar infrastruktur penghasil gas di dalam negeri.

Presiden Volodymyr Zelenskyy mengumumkan kesepakatan penting ini pada Minggu, 16 November 2025, sebelum ia pergi ke Athens.

Perusahaan gas nasional Yunani, DEPA Commercial, bersama dengan mitra Ukraina Naftogaz, setuju untuk mulai mengirim gas dari bulan Desember 2025 hingga Maret 2026, saat musim dingin yang sangat dingin.

 Baca Juga: Penutup Manis! Israel Menang Telak 4-1 atas Moldova dalam Laga Terakhir Grup I

Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis, menyatakan bahwa kesepakatan ini adalah langkah penting dalam menguatkan kerja sama energi di wilayah ini dan juga keamanan energi di Eropa.

"Hubungan antara negara kita telah berkembang ke tahap baru yang penting: jalur energi yang aman kini ada dari selatan ke utara, dari Yunani ke Ukraina," katanya saat pertemuan dua negara.

Perjanjian itu ditandatangani dalam sebuah acara khusus yang dihadiri oleh Duta Besar AS untuk Yunani, Kimberly Guilfoyle.

Zelenskyy juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Donald Trump karena gas yang akan diterima tidak hanya dari Yunani, tetapi juga dari Amerika Serikat, menunjukkan dukungan yang luas dari komunitas internasional.

 Baca Juga: Norwegia di Ambang Sejarah, Italia Terancam Gagal ke Piala Dunia Lagi

Kebutuhan mendesak untuk impor ini muncul karena serangan yang terus-menerus dari Rusia selama tahun keempat konflik.

Zelenskyy menegaskan bahwa banyak pembangkit listrik, tempat produksi gas, dan pembangkit termal di Ukraina telah diserang.

Sekarang, Yunani berperan sebagai jalur penting untuk gas alam cair dari AS sebagai pengganti pasokan dari Rusia di Eropa Tenggara dan Tengah.

Untuk membiayai impor gas ini, Kyiv telah menyiapkan dana yang berasal dari mitra dan bank Eropa di bawah jaminan dari Komisi Eropa, termasuk kerja sama pendanaan penuh dengan Amerika Serikat.

Zelenskyy menyebut kesepakatan ini sebagai bagian penting dari rencana energi yang lebih besar untuk menghadapi musim dingin.

 Baca Juga: Turki vs Bulgaria, Prediksi Tim Bulan Sabit Raih Kemenangan Telak di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Selain dari Yunani, Ukraina juga mencari cara lain untuk mendapatkan pasokan gas melalui Polandia dengan kerjasama dari Azerbaijan untuk kontrak jangka panjang.

Pipa Trans-Adriatik yang menghubungkan Yunani dan Bulgaria kini memungkinkan pengiriman gas melalui jalur vertikal ke Bulgaria, Rumania, Moldova, Hongaria, dan Slovakia, yang membantu meningkatkan ketahanan energi di tengah ketegangan geopolitik.

RESPONSIF: Mbak Dewi menyerahkan bantuan lumbung sosial secara simbolis. Pemkab Kediri melibatkan seluruh desa untuk siaga menghadapi bencana di musim penghujan.
RESPONSIF: Mbak Dewi menyerahkan bantuan lumbung sosial secara simbolis. Pemkab Kediri melibatkan seluruh desa untuk siaga menghadapi bencana di musim penghujan.
Editor : Ali Sodiqin
#Rusia #Ukraina impor gas dari Yunani