Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Pria Kashmir Ditangkap Terkait Ledakan Mobil Red Fort yang Tewaskan 10 Orang

Bayu Shaputra • Senin, 17 November 2025 | 23:00 WIB
Ledakan mobil di dekat Red Fort, Delhi, India.
Ledakan mobil di dekat Red Fort, Delhi, India.

RADARSITUBONDO.ID - Badan Investigasi Nasional India (NIA) melaporkan bahwa mereka telah menangkap seseorang yang dicurigai terlibat dalam merencanakan serangan bom mobil di dekat Red Fort, Delhi.

Orang ini adalah seorang warga Kashmir yang terdaftar sebagai pemilik resmi mobil yang digunakan dalam serangan berbahaya itu.

Kejadian menyedihkan ini terjadi pada Senin (10/11), ketika sebuah mobil Hyundai i20 berwarna putih meledak di persimpangan lampu merah Subhash Marg, dekat Stasiun Metro Red Fort. Ledakan itu mengakibatkan 10 orang meninggal dunia dan lebih dari 30 orang lainnya terluka.

 Baca Juga: Swiss Bidik Tiket Otomatis, Swedia Harapkan Keajaiban Era Potter

NIA mengidentifikasi pelaku sebagai seseorang bernama Umar Un Nabi, yang merupakan penduduk di distrik Pulwama di Jammu dan Kashmir.

Umar tewas seketika ketika mobil yang dikemudikannya meledak di lampu merah pada pukul 18.55 waktu setempat.

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa pelaku menggunakan bahan peledak yang disebut Ammonium Nitrate Fuel Oil (ANFO) yang sudah dipasang detonator di dalam mobilnya.

 Baca Juga: Turki vs Bulgaria, Prediksi Tim Bulan Sabit Raih Kemenangan Telak di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Pihak berwenang juga menangkap pemilik resmi mobil itu yang diduga terlibat dalam rencana pelaku. Mobil tersebut terdaftar atas nama tersangka, yang mengatur pembelian kendaraan itu untuk digunakan sebagai alat peledak.

NIA telah menyita mobil lain milik pelaku untuk diperiksa lebih lanjut dan sudah mewawancarai lebih dari 70 saksi.

 Baca Juga: Norwegia di Ambang Sejarah, Italia Terancam Gagal ke Piala Dunia Lagi

Sebelumnya, polisi Delhi juga menangkap dua pria bernama Salman dan Devender, yang merupakan mantan pemilik mobil yang meledak.

Salman membeli mobil itu pada tahun 2013 dan kemudian menjualnya kepada Devender sekitar satu setengah tahun sebelum kejadian tersebut.

Meskipun kepemilikan telah berubah, mobil itu masih terdaftar atas nama Salman dengan pelat nomor Haryana.

Ledakan ini merusak sedikitnya enam mobil dan tiga becak motor di sekitarnya. Asap hitam tebal membubung tinggi ketika 15 unit pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian.

Red Fort, sebuah bangunan bersejarah dari kekaisaran Mughal abad ke-17 yang menjadi simbol wisata New Delhi, langsung ditutup selama tiga hari setelah kejadian untuk keperluan penyelidikan.

 Baca Juga: Laga Terakhir Grup L: Montenegro Tantang Juara Grup yang Sudah Lolos ke Piala Dunia 2026

Perdana Menteri Narendra Modi menyebut peristiwa ini sebagai tindakan teror dan berjanji untuk membawa semua pelaku dan penyokong mereka ke pengadilan.

Menteri Dalam Negeri Amit Shah mengatakan bahwa penyelidikan dilakukan dengan mempertimbangkan semua kemungkinan sesuai dengan Undang-Undang Pencegahan Aktivitas Melanggar Hukum (UAPA).

 Baca Juga: Rekor Sempurna Dipertaruhkan, Inggris Hadapi Albania di Laga Pamungkas Grup K

Ini adalah ledakan pertama di Delhi sejak tahun 2011, yang membuat stasiun kereta api di Mumbai dan Uttar Pradesh mengambil langkah pengamanan ekstra.

Penyelidikan terus dilanjutkan untuk menemukan jaringan para pelaku dan mencegah serangan serupa di masa depan.

Editor : Ali Sodiqin
#Ledakan mobil di India