RADARSITUBONDO.ID - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dengan penuh semangat menyambut keputusan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang menyetujui resolusi pengiriman pasukan internasional ke Jalur Gaza.
Dalam pemungutan suara yang diadakan pada hari Senin (17/11/2025), terdapat 13 suara yang mendukung, tanpa adanya penolakan dari negara lain. Hanya Rusia dan China yang memilih untuk abstain.
Melalui platform media sosialnya, Truth Social, Trump menyatakan bahwa hasil voting tersebut sangat "Luar biasa" dan menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh dunia.
Ia mengatakan, "Selamat kepada Dunia atas pemungutan suara luar biasa DK PBB beberapa waktu lalu yang mengakui dan mendukung Dewan Perdamaian, yang akan saya pimpin," dengan penuh rasa bangga.
Baca Juga: Kualifikasi Piala Dunia 2026: Swiss Juara Grup B Setelah Hasil Imbang Dramatis 1-1 vs Kosovo
Resolusi yang kini dikenal sebagai DK PBB 2803 ini memperkuat rencana perdamaian 20 poin untuk Gaza yang diajukan oleh Trump pada tanggal 29 September lalu. Resolusi tersebut menetapkan pembentukan Board of Peace (BoP) sebagai pemerintahan sementara di Gaza dengan mandat hingga akhir tahun 2027.
Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) yang dibentuk berdasarkan resolusi ini bertugas untuk menjaga perbatasan Gaza, melindungi warga sipil, menyediakan bantuan kemanusiaan, serta mengawasi pelucutan senjata dari Hamas dan kelompok bersenjata lainnya.
Negara-negara mayoritas Muslim, termasuk Indonesia, Qatar, Mesir, Arab Saudi, Pakistan, Azerbaijan, dan Turki, siap untuk mengirimkan personel ke dalam pasukan tersebut.
Baca Juga: Drama Injury Time! Skotlandia Taklukkan Denmark 4-2, Akhiri Puasa 28 Tahun dari Piala Dunia
Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, menyebut resolusi ini sebagai "bersejarah dan konstruktif" yang membuka jalan baru bagi Timur Tengah. Di sisi lain, kelompok milisi Hamas menolak dengan keras resolusi ini. Pasukan Israel akan ditarik setelah ISF sepenuhnya mengambil alih kontrol keamanan di wilayah Gaza.
Editor : Ali Sodiqin