RADARSITUBONDO.ID - Hubungan diplomatik antara Jepang dan China kembali tegang setelah Jepang mengirim jet tempur untuk menghadang pesawat tak berawak yang diduga berasal dari Beijing.
Insiden ini berlangsung pada hari Sabtu, 15 November 2025, saat sebuah drone terdeteksi melintas di kawasan udara antara Pulau Yonaguni (pulau terujung selatan Jepang dan Taiwan).
Kementerian Pertahanan Jepang telah mengonfirmasi bahwa jet tempur dari Komando Pertahanan Udara Barat Daya Angkatan Pertahanan Udara segera diterbangkan sebagai reaksi cepat terhadap keberadaan drone tersebut.
Sebuah pernyataan resmi yang diterbitkan melalui platform X pada hari Senin, 17 November, menjelaskan bahwa pesawat tanpa awak itu teridentifikasi terbang di area sensitif yang memisahkan Jepang dan Taiwan.
Baca Juga: Wilson Cetak Hat-trick, Wales Bantai Makedonia Utara 7-1 di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Peristiwa ini bukan sekadar pelanggaran wilayah udara biasa. Insiden ini terjadi di tengah hubungan yang semakin memburuk antara kedua negara setelah pernyataan kontroversial Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi.
Pada 7 November yang lalu, Takaichi menyampaikan bahwa serangan China terhadap Taiwan yang mengancam keamanan Jepang dapat memicu respons militer dari Tokyo, pernyataan yang mengubah sikap hati-hati pemerintah Jepang selama ini.
Beijing memberikan reaksi yang sangat tegas. Konsul Jenderal China di Osaka, Xue Jian, sempat memposting ancaman di media sosial yang kemudian dihapus. China juga memanggil Duta Besar Jepang untuk menyampaikan protes formal, ini adalah pertama kalinya dalam dua tahun terakhir.
Pada hari Jumat, 14 November, Beijing memperingatkan Tokyo bahwa mereka akan menghadapi kekalahan militer yang parah jika campur tangan dalam masalah Taiwan.
Baca Juga: Kualifikasi Piala Dunia 2026: Swiss Juara Grup B Setelah Hasil Imbang Dramatis 1-1 vs Kosovo
Ketegangan semakin meningkat ketika China mengeluarkan seruan kepada warganya untuk tidak berkunjung ke Jepang, menyebut bahwa komentar provokatif dari Tokyo telah menambah risiko terhadap keamanan.
Editor : Ali Sodiqin