RADARSITUBONDO.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjukkan kemungkinan akan melaksanakan operasi militer di Meksiko sebagai bagian dari upaya untuk mengatasi jaringan kartel narkoba. Pernyataan yang memicu kontroversi ini diungkapkan Trump di Gedung Putih pada Senin, 17 November 2025.
"Apakah saya akan menyerang Meksiko untuk mengakhiri masalah narkoba? Saya tidak keberatan. Saya sudah berdiskusi dengan pihak Meksiko," kata Trump kepada para jurnalis.
Ia menekankan bahwa mereka telah berhasil menghentikan jalur distribusi narkoba melalui laut serta mengetahui semua rute peredarannya.
Baca Juga: Wilson Cetak Hat-trick, Wales Bantai Makedonia Utara 7-1 di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Trump mengungkapkan bahwa ratusan ribu warga AS meninggal karena masalah narkoba, sehingga menjadikan masalah ini sebagai fokus utama keamanan nasional. Meskipun begitu, ia tidak menjelaskan kapan atau bagaimana rencana operasi tersebut akan dilakukan.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum langsung menentang rencana itu dengan keras. Jeff Garmany, seorang pakar studi Amerika Latin dari University of Melbourne, memperingatkan bahwa kemungkinan serangan militer itu hanya akan menjadi langkah untuk menciptakan citra karena kartel di Meksiko merupakan organisasi kriminal yang paling kuat dan terorganisir di dunia.
Baca Juga: Kualifikasi Piala Dunia 2026: Swiss Juara Grup B Setelah Hasil Imbang Dramatis 1-1 vs Kosovo
Tindakan Trump ini memicu kekhawatiran yang serius terkait pelanggaran hukum internasional serta hubungan diplomatik di kawasan. Pemerintah Meksiko sendiri telah menjalankan "perang" melawan narkoba selama dua puluh tahun dengan hasil yang minim.
Sejak kembali menjabat pada Januari 2025, Trump tetap konsisten menggunakan perintah eksekutif untuk mendukung tindakan militer terhadap kartel tanpa memerlukan persetujuan dari Kongres.
Editor : Ali Sodiqin