RADARSITUBONDO.ID - Roman Novak dan istrinya, Anna, ditemukan meninggal dalam keadaan yang mengerikan setelah menghadiri pertemuan bisnis yang ternyata merupakan sebuah jebakan.
Pasangan dari Rusia yang bergerak di bidang cryptocurrency ini terakhir terlihat pada 2 Oktober 2025, ketika mereka mengarah ke daerah pegunungan Hatta yang terletak di dekat perbatasan Oman.
Pengemudi pribadi mereka mengantar pasangan tersebut ke tempat pertemuan dengan calon investor. Setelah berpindah kendaraan, mereka tidak pernah kembali. Tiga hari kemudian, bagian tubuh mereka ditemukan terpisah di berbagai tempat, termasuk tempat sampah di pusat perbelanjaan dan kawasan pegunungan Fujairah.
Baca Juga: Bulgaria Akhirnya Menang! Taklukkan Georgia 2-1 di Laga Terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2026
Otoritas keamanan di Uni Emirat Arab telah mengungkap bahwa Novak dan Anna diculik. Dalam kasus ini, terdapat delapan orang Rusia yang terlibat, tujuh di antaranya telah ditangkap.
Para pelaku berpura-pura sebagai investor dan menyewa vila untuk menjebak pasangan ini. Motif dari tindakan tersebut adalah pemerasan untuk mendapatkan akses ke dompet cryptocurrency milik Novak.
Sayangnya, dompet digital itu ternyata kosong. Kegagalan upaya pemerasan ini berujung pada pembunuhan yang sangat kejam. Sinyal terakhir dari ponsel korban terdeteksi pada 4 Oktober di Cape Town, Afrika Selatan, sebelum benar-benar hilang.
Baca Juga: Wilson Cetak Hat-trick, Wales Bantai Makedonia Utara 7-1 di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Di balik kesan glamor yang sering mereka pamerkan di media sosial (dari mobil Rolls Royce hingga jet pribadi) ternyata pasangan ini terlibat dalam skema penipuan besar.
Mereka menciptakan aplikasi cryptocurrency palsu bernama Fintopio yang berhasil mengumpulkan dana dari para investor mencapai 500 juta dolar AS atau sekitar Rp8,3 triliun.
Baca Juga: Garuda Muda Bangkit! Indonesia Tahan Imbang Mali 2-2 di Stadion Pakansari
Roman Novak memiliki riwayat kriminal di Rusia terkait penipuan dalam cryptocurrency dan telah menjalani hukuman penjara selama enam tahun sejak tahun 2020.
Setelah mendapatkan pembebasan bersyarat pada tahun 2023, ia melarikan diri ke Dubai dengan membawa uang dari para investor untuk membiayai kehidupannya yang mewah.
Kasus ini menyoroti sisi kelam industri cryptocurrency yang dipenuhi dengan penipuan, persaingan yang kejam, dan kejahatan terorganisir. Para penyidik menggambarkan ini sebagai salah satu kasus paling rumit yang melibatkan sebuah jaringan internasional di Dubai.
Editor : Ali Sodiqin