RADARSITUBONDO.ID - Investigasi awal tentang kecelakaan pesawat kargo Emirates di Bandara Internasional Hong Kong mengungkap beberapa hal yang mengejutkan.
Mesin keempat pesawat mengeluarkan tenaga yang meningkat sampai 90% segera setelah mendarat, dan dalam 12 detik bahkan meloncat jadi 107%.
Kecelakaan ini terjadi pada 20 Oktober 2025 waktu Hong Kong ketika penerbangan Emirates EK9788 dari Dubai, yang dioperasikan oleh ACT Airlines yang berasal dari Turki, keluar dari landasan utara. Karena dorongan mesin di sisi kanan, pesawat langsung berbelok ke kiri dan menabrak mobil patroli keamanan sebelum jatuh ke laut.
Baca Juga: Pertemuan Investasi yang Berakhir Pembunuhan Juragan Kripto Rusia di Pegunungan Dubai
Dua petugas bandara meninggal dalam kecelakaan itu, sedangkan keempat anggota awak pesawat berhasil diselamatkan.
Laporan dari Otoritas Investigasi Kecelakaan Udara (AAIA) Hong Kong menyatakan bahwa akselerasi mesin setelah pendaratan sangat tidak biasa.
Seorang ahli dari Hong Kong Institute of Engineers, Darryl Chan, menjelaskan bahwa saat mendarat, tujuan sebenarnya adalah untuk memperlambat pesawat, bukan menambah tenaga mesin.
Temuan lain menunjukkan bahwa Thrust Reverser mesin keempat sudah tidak berfungsi sebelum pesawat mendarat, dan sistem pengereman otomatis baru aktif terlalu lambat, sehingga awak harus mengerem sendiri.
Baca Juga: Vonis Mati Eks PM Bangladesh: Jejak Kelam 15 Tahun Kekuasaan Sheikh Hasina
Pemerintah Hong Kong berencana untuk menyelesaikan laporan lengkap dalam waktu satu tahun, meskipun investigasi yang sama biasanya butuh waktu lebih lama untuk menemukan apa yang sebenarnya menyebabkan kecelakaan yang merenggut nyawa dua petugas berpengalaman yang sudah bekerja selama 7 dan 12 tahun tersebut.
Editor : Ali Sodiqin