Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Ukraina Perkuat Pertahanan Udara dengan 100 Jet Rafale Senilai Triliunan Rupiah

Bayu Shaputra • Kamis, 20 November 2025 | 18:45 WIB
Ukraina akan borong 100 jet tempur Rafela buatan Prancis untuk perang melawan Rusia.
Ukraina akan borong 100 jet tempur Rafela buatan Prancis untuk perang melawan Rusia.

RADARSITUBONDO.ID - Ukraina dan Prancis baru saja menandatangani perjanjian penting tentang pertahanan di Pangkalan Udara Villacoublay yang dekat dengan Paris pada hari Senin lalu.

Presiden Volodymyr Zelensky dan Presiden Emmanuel Macron menandatangani dokumen yang menunjukkan keinginan untuk membeli sampai 100 unit jet tempur Rafale F4 dalam sepuluh tahun ke depan.

Zelensky mengungkapkan bahwa perjanjian ini sangat penting dan bersejarah, yang akan berlangsung selama 10 tahun mulai tahun depan.

Dalam sebuah konferensi pers, ia mengkonfirmasi bahwa Ukraina akan mendapatkan 100 jet tempur Rafale yang juga dilengkapi dengan delapan sistem pertahanan udara SAMP/T, di mana setiap sistem memiliki enam peluncur.

 Baca Juga: Pertemuan Investasi yang Berakhir Pembunuhan Juragan Kripto Rusia di Pegunungan Dubai

Rafale F4 adalah jet tempur serbaguna yang paling canggih dari Prancis, dengan desain sayap delta, yang terkenal karena kemampuannya bergerak lincah dan efektif dalam pertempuran.

Pesawat ini telah terbukti berhasil dalam banyak misi militer di Timur Tengah dan Afrika, dengan biaya lebih dari 100 juta dolar untuk setiap unit.

Pengiriman direncanakan selesai pada tahun 2035, dan produksi bersama untuk drone penjaga juga akan dimulai tahun ini.

Kesepakatan itu juga meliputi radar canggih, bom yang bisa diarahkan, serta sistem darat ke udara SAMP/T yang terbaru, dengan pengiriman pertama dalam waktu tiga tahun.

 Baca Juga: Vonis Mati Eks PM Bangladesh: Jejak Kelam 15 Tahun Kekuasaan Sheikh Hasina

Macron mengatakan bahwa langkah ini penting untuk memperbarui kekuatan militer Ukraina. Para pejabat Prancis menegaskan bahwa Dassault Aviation dapat meningkatkan produksi tanpa mengganggu pengiriman untuk klien internasional lainnya seperti Mesir, India, Qatar, dan Indonesia.

Pilot Ukraina yang sudah terlatih dengan jet Mirage 2000 bisa lebih cepat berpindah ke Rafale, jadi mereka tidak perlu waktu pelatihan selama satu tahun penuh.

Ini adalah kunjungan kesembilan Zelensky ke Paris sejak Rusia menginvasi pada Februari 2022, dan ini memperkuat posisi Prancis sebagai pendukung utama dari Barat untuk Ukraina.

Editor : Ali Sodiqin
#Ukraina borong 100 jet Rafale