RADARSITUBONDO.ID - Vietnam bagian selatan-tengah mengalami bencana banjir besar setelah hujan ekstrem mengguyur kawasan itu sejak akhir Oktober 2025.
Setidaknya 41 orang dilaporkan meninggal dunia di enam provinsi sejak 16 November, sementara pencarian terhadap sembilan orang masih berlangsung, menurut pernyataan dari Kementerian Lingkungan Hidup Vietnam pada 20 November 2025.
Destinasi wisata terkenal Nha Trang, yang dikenal karena keindahan pantainya, mengalami dampak yang sangat berat. Semua bagian kota terkena banjir dan ratusan kendaraan terjebak di dalam genangan air.
Seorang pengusaha berusia 45 tahun menyatakan bahwa restoran dan tokonya di lantai dasar terendam air setinggi satu meter, sedangkan rumah-rumah para karyawannya terendam dengan kedalaman mencapai dua meter.
Baca Juga: DBHCHT 2025 Buka Pelatihan Kerja 25–26 Hari di Situbondo, Peserta Siap Kerja & Siap Buka Usaha!
Dampak dari bencana ini sangat besar. Lebih dari 52. 000 rumah terendam air, dan hampir 62. 000 orang telah dievakuasi dari tempat tinggal mereka. Selain itu, satu juta pelanggan mengalami pemadaman listrik akibat kerusakan infrastruktur.
Tim penyelamat menggunakan perahu untuk menyelamatkan warga yang terjebak di atap rumah, bahkan harus merusak jendela dan atap untuk mencapai para korban.
Beberapa wilayah mengalami curah hujan hingga 600 milimeter sejak akhir pekan lalu, menurut badan meteorologi nasional. Curah hujan yang sangat deras ini menyebabkan tanah longsor berbahaya di jalur dataran tinggi di sekitar pusat wisata Dalat.
Sebanyak 100 meter dari jalan Mimosa Pass terhalang, dan dua jalur lain ditutup karena kemungkinan terjadinya longsor lanjutan.
Baca Juga: Prediksi Persija vs Persik Kediri, Macan Kemayoran Siap Terkam Macan Putih yang Pincang
Sektor transportasi mengalami kemacetan total. Perusahaan kereta api mengumumkan penghentian sementara beberapa rute yang menghubungkan bagian utara dan selatan akibat banjir.
Wakil Perdana Menteri Ho Quoc Dung memerintahkan mobilisasi tentara, polisi, dan pasukan keamanan untuk segera memindahkan warga ke lokasi yang lebih aman.
Editor : Ali Sodiqin