Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Tenggat 27 November! Zelensky Dihadapkan Pilihan Berat: Wilayah atau Martabat Ukraina

Bayu Shaputra • Minggu, 23 November 2025 | 05:20 WIB
Presiden Amerika Serikat menekan Zelensky agar menerima rencana perdamaian.
Presiden Amerika Serikat menekan Zelensky agar menerima rencana perdamaian.

RADARSITUBONDO.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan tekanan yang kuat kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky agar menerima rencana perdamaian yang kontroversial sebelum tanggal 27 November 2025, yang juga bertepatan dengan perayaan Thanksgiving di Amerika. Batas waktu yang begitu ketat ini menghadapkan Ukraina pada situasi yang sangat rumit.

Rencana perdamaian yang berisi 28 poin tersebut meminta Ukraina untuk menyerahkan wilayah timuranya kepada Rusia, menurunkan kekuatan militernya dengan signifikan, dan berhenti dari ambisi untuk bergabung dengan NATO.

Proposal ini dihasilkan dari pembicaraan rahasia antara utusan khusus Trump, Steve Witkoff, dan Kirill Dmitriev, yang merupakan utusan investasi dari Rusia untuk Putin.

 Baca Juga: Kartu Merah Jadi Titik Balik! Persija Hajar Persik 3-1, Raih 5 Kemenangan Beruntun

Dalam pernyataannya yang tegas kepada Fox News Radio, Trump menekankan bahwa Zelensky pada akhirnya harus menerima tawaran tersebut.

Trump juga mengingatkan momen pertemuan mereka di Oval Office pada bulan Februari lalu, di mana ia menyatakan kepada Zelensky bahwa Ukraina tidak memiliki kekuatan untuk bernegosiasi.

Menanggapi tekanan ini, Zelensky memberikan pidato kepada masyarakat Ukraina pada Jumat (21/11/2025) dan menyebut situasi ini sebagai salah satu momen terberat dalam sejarah negaranya.

Ia menekankan bahwa ia tidak akan mengkhianati tanah airnya dan menolak untuk memilih antara kehilangan martabat atau mengabaikan dukungan dari sekutu pentingnya.

Sebagai respons terhadap proposal yang memberatkan Ukraina, Amerika Serikat menawarkan jaminan keamanan ala NATO yang menyatakan bahwa serangan terhadap Ukraina akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh komunitas Atlantik. Namun, tawaran ini dinilai tidak setara dengan pengorbanan wilayah yang diminta.

 Baca Juga: Semen Padang Putus Puasa Kemenangan, Permalukan Persijap 2-1 di Jepara

Sumber dari Reuters melaporkan bahwa pemerintah AS mengancam akan menghentikan pasokan senjata dan pertukaran informasi intelijen jika Ukraina menolak rencana tersebut.

Tekanan yang dialami Kyiv saat ini jauh lebih berat dibandingkan masa lalu, dengan Trump mendesak agar keputusan segera dibuat menjelang musim dingin yang akan menyulitkan situasi perang.

Zelensky saat ini sedang menyiapkan proposal alternatif bersama Inggris, Prancis, dan Jerman sebagai pilihan lain dari rencana Amerika. Ia telah melakukan panggilan darurat dengan para pemimpin ketiga negara Eropa tersebut untuk membahas strategi menghadapi ultimatum dari Trump.

Dalam pidatonya, Zelensky menyatakan bahwa ia akan terus berjuang untuk memastikan martabat dan kebebasan rakyat Ukraina tidak terabaikan.

Editor : Ali Sodiqin
#Rusia #Ukraina #Trump tekan Zelensky