RADARSITUBONDO.ID - Duta Besar Jepang untuk PBB Kazuyuki Yamazaki mengirimkan surat kepada Sekretaris Jenderal Antonio Guterres pada Senin (24/11), dengan tegas menyangkal tuduhan dari China yang dianggap tidak tepat dan tidak sesuai dengan kenyataan.
Yamazaki menegaskan bahwa pernyataan Perdana Menteri Sanae Takaichi pada 7 November lalu tidak sesuai dengan pandangan Beijing. Tokyo sama sekali tidak memiliki niat untuk mengirimkan Pasukan Bela Diri seperti yang dituduhkan.
Jepang juga menegaskan bahwa sikapnya terhadap Taiwan tetap sama seperti sejak 1972, sesuai dengan Japan-China Joint Communique yang menjadi dasar untuk menjalin hubungan diplomatik kedua negara tersebut.
Surat ini dikirim sebagai tanggapan setelah Duta Besar China Fu Cong mengeluhkan komentar Takaichi kepada PBB pekan lalu, dengan tuduhan bahwa pernyataan Perdana Menteri Jepang melanggar hukum internasional dan menunjukkan niat untuk campur tangan secara militer.
Ketegangan meningkat ketika Takaichi menyebutkan di parlemen bahwa Jepang bisa terlibat secara militer jika China melakukan serangan terhadap Taiwan.
Beijing menganggap pernyataan ini sebagai provokasi yang serius. China bahkan merespons dengan melarang warganya melakukan perjalanan ke Jepang, menghentikan impor produk makanan laut, dan membatalkan penayangan anime.
Dalam suratnya, Yamazaki juga menyebutkan keputusan China yang memperburuk hubungan perdagangan antara kedua negara. Tokyo menegaskan akan menyelesaikan isu ini melalui jalur dialog yang konstruktif.
Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengungkapkan pada hari Senin bahwa upaya mengurangi ketegangan melalui dialog adalah hal yang sangat penting dalam menghadapi konflik antara Jepang dan China.
Ia memastikan bahwa surat-surat tersebut akan diproses oleh PBB dan disampaikan kepada semua negara anggota sebagai dokumen resmi.
Taiwan tetap menjadi masalah yang sensitif bagi China, yang menganggapnya sebagai bagian dari wilayahnya yang sah.
Editor : Ali Sodiqin