RADARSITUBONDO.ID - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengeluarkan peringatan serius kepada Israel setelah terbunuhnya komandan tinggi Hizbullah, Haytham Ali Tabatabai.
Komandan militer yang penting ini tewas dalam serangan udara Israel yang menghantam daerah pinggiran selatan Beirut pada Minggu (23/11).
Tabatabai adalah pemimpin Hizbullah yang paling senior yang dibunuh sejak dimulainya gencatan senjata pada November 2024, yang sebelumnya menandai akhir dari pertempuran sengit selama lebih dari satu tahun.
Hizbullah dalam keterangan resmi mereka mengenang Tabatabai sebagai pemimpin yang berani berjuang melawan Israel hingga akhir hayatnya.
Menanggapi peristiwa ini, IRGC dalam keterangannya menegaskan bahwa Israel akan menghadapi balasan yang menghancurkan pada waktu yang mereka pilih.
Ancaman ini bukan hanya sekadar ucapan semata, mengingat IRGC adalah sekutu terpenting Hizbullah di wilayah tersebut.
Kementerian Luar Negeri Iran juga mengecam keras serangan itu, menyebutnya sebagai pelanggaran yang jelas terhadap gencatan senjata November 2024 dan pelanggaran serius terhadap kedaulatan nasional Lebanon.
Serangan di daerah Dahiyeh yang padat penduduk tersebut juga mengakibatkan kematian lima warga sipil dan melukai 28 orang lainnya.
Israel telah berkali-kali melancarkan serangan di Lebanon setelah gencatan senjata dengan alasan untuk menargetkan pejuang serta infrastruktur militer Hizbullah. Situasi ini semakin memperburuk kondisi keamanan di kawasan yang sudah rentan.
Posisi Hizbullah semakin lemah setelah bentrokan sengit dengan Israel, ditambah lagi jatuhnya rezim Bashar al-Assad di Suriah yang selama ini menjadi sekutu strategis bagi Iran dan Hizbullah. Penurunan ini berdampak langsung pada kekuatan Iran di wilayah Timur Tengah.
Editor : Ali Sodiqin