RADARSITUBONDO.ID - Kegembiraan beralih menjadi mimpi buruk yang menyeramkan di Stockton, California. Sebuah penembakan massal terjadi di sebuah gedung acara pada Sabtu malam (30/11/2025), mengakibatkan empat orang kehilangan nyawa dan sepuluh lainnya terluka.
Peristiwa tragis ini mengguncang masyarakat setempat dan sekali lagi menyoroti masalah kekerasan senjata di Amerika Serikat.
Kejadian ini berlangsung menjelang pukul 18.00 waktu setempat di bagian utara kota, lebih tepatnya di sebuah aula acara yang berbagi area parkir dengan beberapa usaha, termasuk restoran cepat saji Dairy Queen.
Baca Juga: Gol Dramatis Menit 86 Enrique García Bawa Espanyol Tumbangkan Celta Vigo 1-0
Juru Bicara Kantor Sheriff San Joaquin County, Heather Brent, menginformasikan bahwa korban yang meninggal terdiri dari anak-anak, remaja, dan orang dewasa.
Salah satu korban yang berusia delapan tahun diketahui menuntut ilmu di sekolah setempat dan memiliki orang tua yang bekerja di Stockton Unified School District.
Hingga kini, kondisi sepuluh orang yang terluka yang dirawat di rumah sakit belum diumumkan secara resmi.
Pelaku penembakan saat ini masih dalam pelarian dan identitasnya belum diketahui. Pihak berwenang percaya bahwa ini adalah suatu serangan yang disengaja dan kemungkinan terdapat lebih dari satu pelaku.
Polisi meminta masyarakat yang memiliki informasi atau rekaman video mengenai insiden tersebut untuk segera melapor.
Baca Juga: Prediksi Rayo Vallecano vs Valencia, Siapa Unggul di Pekan 14 La Liga 2025/2026?
Wakil Wali Kota Stockton, Jason Lee, menyatakan kekecewaannya melalui media sosial, menegaskan bahwa perayaan ulang tahun seharusnya tidak menjadi tempat di mana keluarga merasa terancam akan keselamatan mereka.
Gubernur California, Gavin Newsom, juga telah menawarkan dukungan penuh dari negara bagian kepada komunitas yang terdampak.
Tragedi ini merupakan bagian dari permasalahan besar yang terkait dengan kekerasan senjata di Amerika. Tahun ini saja, telah terjadi setidaknya 380 penembakan massal di negara ini, menunjukkan bahwa tidak ada tempat yang benar-benar aman, bahkan dalam acara keluarga yang seharusnya dipenuhi dengan kebahagiaan.
Editor : Ali Sodiqin