RADARSITUBONDO.ID - Pemimpin umat Katolik di seluruh dunia, Paus Leo XIV, mengambil langkah penting dengan mengunjungi Masjid Biru yang berada di Istanbul, Turki pada Sabtu (29/11). Ini merupakan kunjungan pertamanya ke rumah ibadah umat Muslim sejak ia menjadi kepala Vatikan.
Sebagai tanda penghormatan terhadap budaya Islam, Paus yang berasal dari Amerika Serikat tersebut melepaskan sepatunya sebelum memasuki masjid bersejarah yang dibangun pada abad ke-17 itu.
Ia tampak berjalan di atas karpet berwarna oranye dengan kaus kaki putih yang biasanya ia kenakan. Sebelumnya, Paus juga sempat berkelakar bahwa ia selalu memakai kaus kaki putih sebagai bentuk dukungannya terhadap tim baseball kesayangannya, Chicago White Sox.
Baca Juga: Bukan Cuma AS, Keunggulan Militer NATO Eropa Saja Sudah Lampaui Kemampuan Rusia
Ditemani oleh imam masjid dan Mufti Istanbul, Paus Leo XIV menghabiskan waktu sekitar 15-20 menit untuk menjelajahi bagian dalam Masjid Sultan Ahmed yang megah ini.
Masjid yang mampu menampung hingga 10.000 jemaah tersebut didekorasi dengan lebih dari 20. 000 ubin keramik biru dari Iznik yang menciptakan suasana spiritual yang sangat menakjubkan.
Momen menarik terjadi saat seekor burung gagak liar terlihat terbang di bawah kubah masjid, berusaha mencari jalan keluar selama kunjungan berlangsung.
Meskipun sebelumnya Vatikan menyebut kemungkinan Paus akan mengadakan doa hening sejenak, pemimpin Katolik itu tidak terlihat berdoa selama kunjungannya.
Baca Juga: Gol Dramatis Menit 86 Enrique García Bawa Espanyol Tumbangkan Celta Vigo 1-0
Paus Leo XIV adalah Paus ketiga yang menginjakan kaki di Masjid Biru setelah Paus Benediktus XVI pada tahun 2006 dan Paus Fransiskus pada tahun 2014. Kunjungan ini mempertegas komitmen Gereja Katolik untuk membangun dialog antaragama yang telah berlangsung selama lebih dari enam dekade.
"Ia ingin melihat dan merasakan atmosfer masjid. Ia sangat bahagia," kata Askin Tunca, muazin Masjid Biru kepada para wartawan.
Vatikan menyampaikan bahwa Paus mengunjungi masjid dengan penuh keheningan, menunjukkan semangat refleksi dan penghormatan yang mendalam terhadap tempat suci umat Islam tersebut.
Editor : Ali Sodiqin