RADARSITUBONDO.ID - Venezuela mengajukan permohonan dukungan dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk bersama-sama menghadapi ancaman yang datang dari Amerika Serikat pada Minggu (30/11).
Presiden Nicolas Maduro sangat mengkritik rencana Washington yang diduga ingin mengambil alih cadangan minyak yang melimpah di negaranya dengan cara militer.
Dalam surat resmi kepada Sekretaris Jenderal OPEC Haitham Al Ghais dan negara-negara anggotanya, Maduro menegaskan bahwa Venezuela akan tetap berkomitmen untuk melindungi sumber daya energi alaminya.
Surat ini dibagikan oleh Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil melalui aplikasi Telegram.
Baca Juga: Tragedi Kelam di Stockton, Pesta Ulang Tahun Anak Berakhir Mengerikan, 4 Nyawa Melayang
Maduro menyatakan bahwa negaranya menolak metode yang digunakan AS untuk mengambil cadangan minyak Venezuela dengan mengandalkan "kekuatan militer yang mematikan" terhadap daerah, masyarakat, dan institusi negara.
Ia juga menekankan bahwa tindakan tersebut melanggar prinsip hidup berdampingan dengan damai antar negara dan dapat mengancam stabilitas produksi minyak serta pasar internasional.
Presiden Venezuela mengingatkan kepada dunia tentang dampak negatif yang dialami oleh negara-negara penghasil minyak lainnya akibat intervensi militer yang dilakukan oleh AS dan sekutunya.
Ia berharap OPEC dan negara-negara anggotanya dapat bersatu untuk menghentikan agresi ini, yang berpotensi sangat mengganggu keseimbangan pasar energi internasional bagi para produsen dan konsumen.
Baca Juga: Bukan Cuma AS, Keunggulan Militer NATO Eropa Saja Sudah Lampaui Kemampuan Rusia
Surat Maduro dikeluarkan setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump pada hari Sabtu (29/11) yang memperingatkan bahwa wilayah udara Venezuela akan "ditutup sepenuhnya. "
Caracas meminta AS untuk menghormati pemerintahan yang sah di Venezuela dan menolak semua bentuk pemerasan atau ancaman dari pihak luar.
Ketegangan meningkat sejak bulan September ketika AS melakukan serangan udara terhadap kapal yang dicurigai membawa narkoba di Laut Karibia dan Pasifik timur, yang mengakibatkan sedikitnya 83 orang tewas.
Washington mengklaim bahwa operasi tersebut adalah bagian dari upaya untuk memerangi penyelundupan narkoba, tetapi Caracas menilai bahwa tindakan itu bertujuan untuk menjatuhkan pemerintahan Maduro dan menguasai cadangan minyak Venezuela yang merupakan yang terbesar di dunia.
Editor : Ali Sodiqin