RADARSITUBONDO.ID - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan resmi mengajukan permohonan untuk pengampunan kepada Presiden Isaac Herzog pada Minggu (30/11/2025), dalam usaha untuk mengakhiri proses persidangan korupsi yang telah berlangsung hampir enam tahun.
Kantor Perdana Menteri Israel telah mengonfirmasi bahwa dua dokumen permohonan sudah disampaikan ke Departemen Hukum Kantor Kepresidenan.
Dokumen pertama adalah surat rinci yang ditandatangani oleh pengacaranya, Amit Hadad, sementara dokumen yang kedua ditandatangani langsung oleh Netanyahu pada 27 November 2025.
Baca Juga: Tragedi Kelam di Stockton, Pesta Ulang Tahun Anak Berakhir Mengerikan, 4 Nyawa Melayang
Dalam sebuah pernyataan video yang telah direkam, Netanyahu menyatakan bahwa kelanjutan proses persidangan telah menyebabkan perpecahan di antara warga negara dan menimbulkan ketegangan yang dalam di Israel.
Pemimpin berusia 76 tahun ini berargumen bahwa kewajibannya untuk hadir di pengadilan tiga kali seminggu mengganggu tugasnya dalam memimpin negara, terutama di tengah situasi keamanan yang rumit.
Netanyahu, yang merupakan Perdana Menteri pertama Israel yang diadili saat masa jabatannya, menghadapi dakwaan penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan dalam tiga kasus terpisah.
Kasus 1000 melibatkan penerimaan barang-barang mewah senilai lebih dari 260 ribu dolar AS (termasuk cerutu, perhiasan, dan sampanye) yang diterima dari miliarder Hollywood Arnon Milchan dan pengusaha Australia James Packer sebagai imbalan atas dukungan politik.
Baca Juga: Bukan Cuma AS, Keunggulan Militer NATO Eropa Saja Sudah Lampaui Kemampuan Rusia
Permohonan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengirimkan surat kepada Herzog pada awal bulan November, yang menyebutkan bahwa kasus tersebut adalah "penuntutan politik yang tidak bisa dibenarkan. " Trump memuji Netanyahu sebagai sekutu lama dalam menghadapi tantangan dari Iran.
Namun, tindakan Netanyahu mendapat kritik tajam dari pihak oposisi. Pemimpin partai Yesh Atid, Yair Lapid, menolak dengan tegas pemberian grasi tanpa adanya pengakuan bersalah, dan menilai langkah tersebut akan melemahkan institusi demokrasi Israel serta menyampaikan pesan berbahaya bahwa Netanyahu berada di atas hukum.
Kantor Presiden Herzog menegaskan bahwa permohonan ini sangat luar biasa dan memiliki dampak yang signifikan. Permohonan tersebut sekarang akan dirujuk ke Kementerian Kehakiman untuk mendapatkan pendapat sebelum Herzog mengambil keputusan.
Pengampunan sebelum keputusan hakim sangat jarang terjadi di Israel, dan belum pernah diberikan kepada politisi yang terlibat dalam kasus korupsi tanpa pengakuan bersalah.
Editor : Ali Sodiqin