Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Pemimpin Gereja Unifikasi Diadili Atas Kasus Penyuapan Kim Keon Hee 

Bayu Shaputra • Selasa, 2 Desember 2025 | 20:50 WIB
Hak Jan Han pemimpin gereja unifikasi korsel yang ditangkap.
Hak Jan Han pemimpin gereja unifikasi korsel yang ditangkap.

RADARSITUBONDO.ID - Pengadilan Distrik Pusat Seoul mulai mengadakan sidang awal untuk Han Hak-ja, pemimpin Gereja Unifikasi Korea Selatan, Senin (1/12).

Wanita berusia 82 tahun ini, yang dikenal sebagai "Ibu Suci" oleh pengikutnya, terlihat hadir dengan menggunakan kursi roda dan mengenakan mantel hitam, dihadapkan pada tuduhan serius terkait suap kepada mantan Ibu Negara Kim Keon Hee.

Han dituduh melanggar Undang-Undang Dana Politik serta undang-undang pemberantasan korupsi karena diduga memberikan hadiah barang-barang mewah kepada Kim, yang merupakan istri mantan Presiden Yoon Suk Yeol.

Di antara barang-barang tersebut terdapat dua tas Chanel, sebuah kalung berlian, dan ginseng liar dengan total nilai sekitar 82 juta won.

Hadiah-hadiah itu diduga diberikan sebagai kompensasi untuk mendapatkan dukungan bisnis dan politik bagi organisasi gereja.

 Baca Juga: Indonesia Kirim Tim Terbaik, Simak Jadwal Lengkap Free Fire di SEA Games Thailand 2025

Jaksa mengungkapkan bahwa Han berkolaborasi dengan mantan pejabat gereja, Yun Young-ho, untuk menyerahkan 100 juta won kepada Kim pada tahun 2022 dengan harapan mendapatkan dukungan dari pemerintahan Yoon.

Mereka juga menuduh Han menggerakkan lebih dari 2. 000 anggota gereja untuk bergabung dengan Partai Kekuatan Rakyat demi memengaruhi konvensi partai.

Tim kuasa hukum Han secara tegas menolak semua tuduhan tersebut. Mereka menyatakan bahwa barang-barang mewah itu diatur oleh Yun yang bertindak secara mandiri berdasarkan ambisi politik pribadinya, tanpa sepengetahuan atau arahan dari Han.

Dalam persidangan tersebut, Han menegaskan bahwa dia tidak tertarik dengan politik negara dan memperkenalkan diri sebagai "ibu perdamaian" yang dikenal banyak tokoh masyarakat.

 Baca Juga: Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia di SEA Games 2025 Thailand

Han mengambil alih kepemimpinan Gereja Unifikasi setelah suaminya, Moon Sun-myung, wafat pada tahun 2012. Gereja yang didirikan pada tahun 1954 ini mengklaim memiliki 10 juta pengikut di seluruh dunia dan mengelola sebuah kerajaan bisnis yang luas, meliputi sektor konstruksi, media, pariwisata, dan distribusi makanan.

Kasus ini menambah daftar panjang skandal politik yang mengguncang Korea Selatan. Saat ini, Kim Keon Hee sedang ditahan dan menghadapi tuduhan terpisah tentang suap dan manipulasi pasar saham, sedangkan mantan Presiden Yoon Suk Yeol juga tengah menjalani proses hukum atas dakwaan terkait pemberontakan sehubungan dengan kegagalan keadaan darurat militer pada bulan Desember 2024.

Editor : Ali Sodiqin
#Skandal kasus Han Hak ja #Pemimpin Gereja Unifikasi