RADARSITUBONDO.ID - Fenomena yang luar biasa terjadi di Cinema City Glilot, Ramat Hasharon, Israel pada Jumat (28/11/2025). Ribuan penduduk Israel mengunjungi kompleks tersebut yang menjadi lokasi Kedutaan Besar Portugal.
Antrean panjang terbentang dari pintu masuk hingga area parkir bawah tanah, dipicu oleh pengumuman dari Kedutaan Portugal mengenai layanan pendaftaran kewarganegaraan dan pembaruan paspor tanpa perlu membuat janji secara online terlebih dahulu.
Program yang dinamai "Old Times Are Back" ini menjadi alternatif untuk sistem pemesanan daring yang selama ini penuh sesak dan sulit diakses. Kedutaan memastikan bahwa ribuan warga telah dilayani tanpa ada yang terlewatkan.
Baca Juga: Jadwal Timnas Futsal Indonesia Hadapi Thailand dkk di SEA Games 2025
Ketertarikan besar warga Israel terhadap kewarganegaraan Portugal dimulai setelah diterapkannya "undang-undang kepulangan" pada 2015.
Kebijakan ini memberikan kesempatan untuk keturunan Yahudi Sephardi yang leluhurnya menderita akibat penganiayaan Inkuisisi di abad ke-16 untuk mendapatkan kewarganegaraan Portugal sebagai bentuk pemulihan atas sejarah.
Meskipun pada Desember 2023 pemerintah Portugal mengumumkan rencana untuk menghentikan kebijakan ini karena merasa tujuan reparasi telah tercapai, undang-undang tersebut tidak dihapus sepenuhnya, melainkan persyaratannya diperketat.
Baca Juga: Indonesia Kirim Tim Terbaik, Simak Jadwal Lengkap Free Fire di SEA Games Thailand 2025
Kewarganegaraan Portugal menawarkan sejumlah manfaat yang berarti. Paspor Portugal memungkinkan akses bebas ke negara-negara Uni Eropa melalui visa Schengen, yang memudahkan perjalanan ke berbagai negara Eropa.
Selain itu, Portugal memiliki biaya hidup dan tarif pajak yang lebih rendah dibandingkan dengan Israel, meskipun pendapatan juga cenderung lebih rendah.
Keunggulan lain adalah akses ke universitas negeri di Eropa dengan biaya kuliah yang terjangkau bagi warga Uni Eropa.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia di SEA Games 2025 Thailand
Permintaan untuk "paspor kedua" meningkat pesat setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Ketidakstabilan yang berkepanjangan mendorong warga Israel mencari alternatif keamanan tambahan, bahkan dilaporkan bahwa puluhan ribu warga telah meninggalkan negara tersebut.
Paspor Portugal menjadi jaminan untuk mobilitas internasional di tengah situasi yang tidak pasti. Rencana perpanjangan masa berlaku paspor Portugal dari lima menjadi sepuluh tahun mulai Mei 2026 juga meningkatkan semangat pendaftaran, meskipun pendaftar saat ini masih mendapatkan paspor dengan masa berlaku lima tahun sesuai dengan peraturan yang ada.
Editor : Ali Sodiqin