RADARSITUBONDO.ID - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara resmi mengajukan permohonan untuk pengampunan kepada Presiden Isaac Herzog terkait tiga kasus korupsi yang menimpanya sejak tahun 2019.
Dalam dokumen sepanjang 111 halaman yang disampaikan oleh pengacaranya, Amit Hadad, Netanyahu berpendapat bahwa proses persidangan telah memecah belah warga dan mengganggu kepemimpinannya.
Yang mengejutkan, dalam permohonan itu Netanyahu tidak mengakui kesalahannya atas tuduhan suap, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan.
Ia hanya mengungkapkan kekecewaannya terhadap "keributan yang tidak perlu" akibat dari proses persidangan. Netanyahu menekankan bahwa pengampunan diperlukan demi kepentingan negara, tanpa merujuk pada pengakuan kesalahan.
Baca Juga: Jadwal Timnas Futsal Indonesia Hadapi Thailand dkk di SEA Games 2025
Empat Kasus Besar yang Melibatkan Netanyahu
Kasus pertama (1000) mengacu pada penerimaan hadiah berharga senilai USD 280. 000 dari produser Hollywood Arnon Milchan dan miliarder Australia James Packer.
Netanyahu dan istrinya Sara menerima barang-barang mewah seperti cerutu mahal, sampanye rosé, dan perhiasan sebagai imbalan atas bantuan mereka dalam memperpanjang visa AS untuk Milchan serta pengurangan pajak.
Untuk Kasus 2000, Netanyahu diduga bersekongkol dengan pemilik surat kabar Yedioth Ahronoth, Arnon Mozes. Kesepakatan ini menjanjikan pemberitaan yang menguntungkan sebagai balasan atas undang-undang yang melemahkan saingan utama mereka, Israel Hayom.
Kasus terberat yang dihadapinya adalah Kasus 4000, yang melibatkan perusahaan telekomunikasi Bezeq. Sebagai Menteri Komunikasi, Netanyahu memberikan keuntungan regulasi senilai ratusan juta dolar kepada pemilik Bezeq, Shaul Elovitch, sebagai imbalan untuk liputan yang menguntungkan di situs berita Walla yang juga dimiliki oleh Elovitch.
Dorongan dari Trump dan Penolakan dari Oposisi
Permohonan ini muncul dua minggu setelah Presiden AS Donald Trump mengirim surat resmi kepada Herzog, meminta agar Netanyahu diberikan pengampunan. Trump menyatakan bahwa proses persidangan mengganggu kepemimpinan Israel di saat konflik.
Meski demikian, ribuan warga Israel turun ke jalan mendesak Herzog untuk menolak permohonan tersebut. Pemimpin oposisi Yair Lapid menyatakan dengan tegas bahwa pengampunan hanya bisa diberikan setelah ada pengakuan kesalahan dan Netanyahu mengundurkan diri dari dunia politik.
Netanyahu menjadi satu-satunya Perdana Menteri Israel yang dihadapkan ke pengadilan selama masih menjabat, dengan proses persidangan yang dimulai sejak Mei 2020.
Editor : Ali Sodiqin