RADARSITUBONDO.ID - Pemimpin Gereja Katolik sedunia, Paus Leo XIV, menegaskan bahwa pembentukan negara Palestina adalah satu-satunya cara untuk mengakhiri konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina.
Pernyataan tegas ini disampaikan dalam konferensi pers pertamanya di pesawat dalam perjalanan dari Turki ke Lebanon, Minggu (30/11).
Baca Juga: Kereta Petani-Pedagang Resmi Beroperasi! Rute Merak-Rangkasbitung Tarif Cuma Rp3.000
Saat berbicara dalam bahasa Italia kepada para wartawan, Paus Leo mengakui bahwa Israel saat ini masih menolak solusi tersebut.
Namun, ia menegaskan bahwa Vatikan melihat solusi dua negara sebagai cara terbaik untuk mencapai perdamaian yang adil bagi semua pihak.
"Kami juga menjalin hubungan baik dengan Israel dan berusaha menjadi perantara yang membantu kedua belah pihak menemukan keadilan," ungkapnya.
Baca Juga: Para Bupati Aceh Menyerah Hadapi Banjir, Ini Respons Tegas Mendagri
Pernyataan ini muncul saat kunjungan luar negeri pertama Paus Leo setelah terpilih pada Mei 2025 sebagai pemimpin 1,4 miliar umat Katolik.
Dalam pertemuan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, mereka membahas konflik Israel-Palestina serta perang Ukraina-Rusia, dengan menekankan pentingnya peran Turki dalam upaya menyelesaikan kedua konflik tersebut.
Sikap Paus Leo berbeda dengan penolakan yang ditunjukkan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terhadap gagasan negara Palestina, meskipun Amerika Serikat mulai menunjukkan dukungan untuk kemerdekaan Palestina. Vatikan tetap berkomitmen untuk mendorong solusi diplomatik yang berlandaskan pada keadilan dan perdamaian.
Editor : Ali Sodiqin