Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Pusat Logistik Militer Ukraina di Timur Jatuh ke Tangan Pasukan Rusia

Bayu Shaputra • Rabu, 3 Desember 2025 | 18:50 WIB
Ilustrasi militer Rusia yang ambil alih kota Pokrovsk.
Ilustrasi militer Rusia yang ambil alih kota Pokrovsk.

RADARSITUBONDO.ID - Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin (1/12) mengumumkan bahwa tentara Rusia telah sepenuhnya mengambil alih kota Pokrovsk di daerah Donetsk, Ukraina timur, setelah menjalani operasi militer yang berlangsung hampir dua tahun.

Pokrovsk, yang dikenal pada masa Soviet dengan nama "Krasnoarmeysk" dalam bahasa Rusia, adalah lokasi penting dengan jalur jalan dan rel kereta api, serta memiliki populasi sekitar 60. 000 penduduk sebelum terjadinya perang.

Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia Valery Gerasimov melaporkan kepada Putin mengenai penguasaan kota tersebut saat presiden mengunjungi pusat komando lapangan pada malam sebelumnya.

Video yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Rusia menunjukkan prajurit sedang mengibarkan bendera Rusia di alun-alun pusat kota yang dikelilingi oleh bangunan yang hancur dan jalanan yang sepi.

 Baca Juga: Jalur Kalisat–Penarukan Disiapkan Jadi Prioritas Reaktivasi KAI: Lebih Mudah, Strategis, dan Minim Masalah Lahan!

Kota ini menjadi sasaran strategis karena posisinya sebagai titik logistik yang menyuplai pasukan pertahanan Ukraina di garis depan.

Jalan raya menghubungkan Pokrovsk dengan kota-kota penting seperti Chasiv Yar dan Kostiantynivka. Alih-alih melakukan serangan langsung seperti di Bakhmut, Rusia mengadopsi taktik pengepungan bertahap untuk mengepung kota dan memutuskan jalur suplai Ukraina.

Penguasaan Pokrovsk dapat memberikan peluang bagi Rusia untuk melanjutkan serangan ke arah utara menuju Kramatorsk dan Sloviansk, dua kota terbesar yang masih berada di tangan Ukraina di Donetsk.

Analis dari Institute for the Study of War memperkirakan Rusia kehilangan sekitar 3.000 prajurit dalam operasi yang berlangsung dua minggu terakhir di Pokrovsk.

 Baca Juga: Data Terkini BNPB, Korban Meninggal Bencana Sumatera Capai 659 Orang, 475 Masih Hilang

Pengumuman ini datang menjelang pertemuan utusan Amerika Serikat Steve Witkoff di Moskow untuk membahas rencana gencatan senjata. Namun, sampai saat ini, Ukraina belum memberikan konfirmasi mengenai klaim penguasaan Pokrovsk.

Pada hari yang sama, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy bertemu dengan para pemimpin AS dan Eropa di Paris untuk membicarakan negosiasi perdamaian.

Infrastruktur kota telah mengalami kerusakan parah akibat serangan drone, artileri, dan bom. Seluruh jaringan listrik di kota mengalami pemadaman total pada hari Senin, sementara pasokan air dan gas untuk pemanas telah terputus sejak lama.

Sebagian besar penduduk sipil sudah mengungsi, dan seluruh anak-anak telah dievakuasi dari wilayah yang kini menjadi zona pertempuran yang sengit.

Editor : Ali Sodiqin
#Rusia rebut kota Pokrovsk